Menonton Mata Najwa Menunjukan Kompleksnya Berkomunikasi

Belakangan ini lagi ramai di sosial media terkait dengan acara Mata Najwa yang mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta dengan tema 100 Hari Kerja. Seperti biasa kalau yang namanya pejabat di Indonesia, pasti disorot 100 hariannya udah macem tahlilan. Tapi ini cukup berguna untuk memantau ‘progress’ sekali lagi ‘progress’ ya bukan hasil, dari kebijakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat yang bersangkutan.

Pembawa acara fail?

Gw pas berita ini mulai ramai belum nonton sendiri isi acaranya, tapi yang gw tangkep adalah banyaknya masyarakat yang kecewa dengan Najwa dalam menginterview narasumbernya. Intinya dikarenakan presenter sekaligus journalist sekelas Najwa Shihab seperti menyudutkan, dan tidak netral, ditunjukan dengan seringnya memotong penjelasan dan mengambil kesimpulan sendiri.

Dengan rasa penasaran dan keinginan buat ikutan berkomentar, akhirnya gw nonton juga acara ini di youtube.

Beberapa kali gw pernah melihat presenter yang fail membawakan acara.. sehingga efeknya mengarah ke hal negatif yang mempengaruhi masyarakat, atau minimal image dari orang yang dia tanya. Kayak dulu itu gw pernah nonton acara beauty pageant di tv. Salah satu pesertanya ada yang kesehariannya pakai jilbab. Akhirnya lepas lah dia pas acara itu karena itu bukan kontes untuk wanita berjilbab. Dan pada akhirnya ini si mbak nya berhasil masuk final. Laluu di penghujung kontes eng ing eeng.. presenternya ngajuin pertanyaan, “Dalam acara ini kamu melepaskan jilbab, kira kira apa yang kamu rasakan?”

Seriously? Dari sekian pertanyaan harus banget ITU YANG DITANYA?? Itu pertanyaan private yang harusnya ga usah dijawab apalagi ditanya. Bener aja si mba mbaknya jawab ngalor ngidul. Bilang rambut itu mahkota wanita lah bla bla bla.. yang udah pasti menimbulkan kecaman. Terutama dari emak emak yang ga mau anak remajanya ikutan lepas jilbab karena memperjuangkan ‘mahkota’nya.

Kalau si presenter tau sopan santun, harusnya ga kan nanya soal itu karena mau apapun jawabannya , pasti itu salah. Dan si mbak yang masuk ke final itu juga tau itu jawaban ngeles.. tapi lebih ga mungkin lagi dia jawab.. “mohon maaf saya khilaf, setelah ini saya akan pakai jilbab lagi”. Sementara kalau dia menang, jelas tidak mungkin dia memakai jilbab selama kontraknya.

Itu sharing aja soal pembawa acara yang fail. Gw sih yakinnya Mata Najwa ga seperti itu lah..

Hasil setelah nonton. Ternyata..

Menurut gw sih ga ada masalah sama sekali dengan interview ini.

Semuanya lempeng aja, Anies bisa menjawab dengan baik.. dan Najwa yang katanya suka potong potong penjelasan ini menurut gw normal.

Kenapa normal? Karena gw beberapa kali nonton Mata Najwa ya emang seperti itu gayanya. Dia menayangkan video yang merekam narasumber narasumber lain yang bertentangan dengan tamunya, lalu tamunya diminta memberi penjelasan.

Justru sebenarnya gw berterima kasih dengan adanya acara ini. Walaupun gw bukan penggemarnya Najwa ya.. Tapi dengan adanya acara ini, Anies jadi punya kesempatan untuk mengklarifikasi apa yang diresahkan masyarakat. Dari mulai DP nol persen sampai Pulau Reklamasi.

So far gw merasa jawaban jawaban Anies cerdas. Ga hanya modal emosi, dan suara keras. Tapi beliau benar benar menunjukan pemerintahan yang sistematis. Yang paling gw suka adalah bahwa secara tidak langsung Anies mengatakan bahwa semua kebijakannnya memang tidak mudah, maka butuh dikontrol sampai stabil. Tidak seperti kebijakan kebijakan lain yang dalam hitungan semalam bisa terlaksana karena modal ‘power’, dan pas gubernurnya ganti, langsung balik berantakan lagi.

Gw pernah denger salah satu nasihat dari seseorang, bahwa pemimpin yang baik itu mampu meninggalkan legacy. Dalam artian ketika pemimpin tersebut tidak lagi memimpin, semua tetap terkendali. Jadi pemimpin yang baik tidak menimbulkan ketergantungan masyarakatnya. Contoh pemimpin yang paling baik ya Rasulullah, setelah wafat pengikutnya masih beribadah dan menegakan syariat islam. Coba kalau dulu Rasulullah hanya modal power , memimpin dengan memberikan rasa takut. Belum tentu kita semua sampai generasi kesekian masih beribadah.

Kompleksnya berkomunikasi

Bicara soal memotong pembicaraan,

Gw cukup mengerti sih apa alasannya Najwa melakukan itu. Karena dari yang gw tangkep, Najwa ingin menjaga durasi (masih banyak yang perlu dibahas), dan keep Anies on the track ketika menjawab. Jadi yang ditanya apa, ya jawabannya harus sesuai.

Sebenernya ini yang ngeselin..

Tentunya kita sering menghadapi ini. Ketika lagi ditanya sama orang, terutama yes or no question. Ada kalanya itu ga bisa dijawab dengan yes or no aja.

Misalkan nih ada yang nanya..

“Apa kamu tadi melanggar aturan dengan berkendara di bahu jalan?”

Lalu dijawab , “jadi gini pak tadi saya kan lewat di situ, lalu…”

Lalu si penanya ngotot, “Jawab aja iya atau engga. Ga usah berbelit belit!”

Nah di sinilah yang ditanya jadi terpojok. Si penanya mungkin dalam keadaan terburu buru dan ingin bertindak cepat, tapi jadinya yang ditanya malah serba salah.

Akhirnya yang ditanya pun menjawab “Iya pak.” . Kemudian menimbulkan kesan kalau yang ditanya ini melanggar aturan dan harus dihukum.

Padahal kalau tadi yang ditanya dibiarkan menjelaskan, ceritanya akan berubah, “Karena tadi saya berkendara dalam keadaan lancar, mobil di belakang saya sangat mepet dengan saya. Lalu di depan ada batu besar. Kalau saya hajar batunya, saya bisa jadi oleng ke jalur kanan yang ramai. Kalau saya berhenti mendadak, sudah pasti saya ditabrak dan terjadi kecelakaan. Makanya saya menghindar ke bahu jalan supaya tidak terjadi kecelakaan”.

Kalau itu dijelaskan, selesai sudahlah tuduhan kepada dia. Gantian yang disalahin adalah pihak pelayanan jalan raya dan mobil di belakangnya yang tidak menjaga jarak.

Hal hal seperti itu sering kita alami, dan bisa jadi kita juga pernah ada di posisi penanya.

Namun di acara mata Najwa ini jelas harus mempertahankan durasi. Karena ini acara profesional, bukan sinetron RCTI yang sering dapat perpanjangan waktu.

Bagusnya lagi, Anies pun menyadari itu.. dan di akhir penjelasannya tentang DP 0% , beliau mengatakan “Saya tidak mau ini dijelaskan di acara debat dalam hitungan detik. Karena ini berbahaya sekali, pemahamannya bisa berbeda.”

Jadi kesimpulannya ya bukan salah Anies atau Najwa. Memang keadaannya tidak semua bisa dijelaskan dalam durasi singkat dan sometimes butuh presentasi yang lebih matang.

Tapi bisa dibilang sih acara ini sukses.. sukses buat mata Najwa karrna menjadi satu satunya acara ekslusif menjelaskan 100 hari pemerintahan. Dan sukses untuk Gubernur baru karena perlahan lahan sudah bisa menepis keraguan masyarakat. Beliau juga ga termakan emosi pendukungnya yang menghujat Najwa. Malah mengucapkan terimakasih secara publik lewat akun instagramnya.

Ini kelihatan dari para pendukung gubernur lama yang susah banget move on, pada ga ada yang berkomentar isi jawabannya Anies.. ga ada meme memean aneh lagi. Ga punya bahan untuk nyerang ๐Ÿ˜.

Kalau pun ada pembelaan dari mereka ya belain mbak Najwa yang habis dihujat di sosmed hehe..

Pesan moralnya adalah..

Jangan sering sering liat sosmed pas lagi panas issue politik. Tidak baik untuk kesehatan psikis. Mending cari yang lain di HP yang lebih menyenangkan.

Advertisements

Berhenti Berkaca pada Orang Lain

Kita sering kali mengeluh dan mengcompare hidup kita dengan orang lain..

“Dia mah enak, kaya..”

“Dia mah enak, pinter..”

“Dia mah enak, bla bla bla..”

Gw pun sebenernya sering kayak gitu sih, jadi ya ini reminder bersama aja.

Karena sebenarnya kita ga pernah tau seberapa effort mereka untuk sampai disana.

Dulu gw pernah merasakan jadi orang yang diperlakukan seperti itu.

Contoh sederhananya gini..

Waktu itu gw baru lulus sidang skripsi, tinggal revisi revisi kecil yang harus disubmit ke dosen dan administrasi kampus.

Gw sidang kurang dari satu minggu dari smester delapan berakhir. Sementara normalnya orang selesai revisi dengan dihitung availability dosen dan petugas TU, revisi bisa sampai dua mingguan. Lah ini gw cuma tinggal berapa hari lagi ngejar smester ini kelar?

Waktu itu yang dipikiran gw adalah gw ga mau masih terdaftar mahasiswa di smester sembilan. Iya status gw udah lulus, tapi masih tetap harus bayar uang smester baru karena ada urusan yang belum kelar sama kampus.

Di masa satu minggu gw bingung dan mungkin mengeluh beberapa kali.. mengeluhnya pun ga ke sembarang ko. Cuma orang terdekat aja.

Tapi gw dapat feedback, “lo kan udah lulus. Bersyukur kek. Ngapain sih ngeluh ngeluh mulu! Kesel tau ga dengernya.” .. ucapan itu keluar dari seseorang yang belum memulai skripsinya.. yang mana gw udah lulus duluan.

Oke, mungkin gw emang ga terlalu sensitif disini.. tapi gw juga tersinggung dan punya pembelaan.

Gw lulus skripsi ga karena disulap sama dosen.. ga instant.. ga karena gw beruntung. Gw bisa ambil skripsi karena gw bener bener belajar pas kuliah.. ga pake cheating.. gw juga suka bangun jam tiga pagi buat belajar sebelum ujian.. I wonder apa yang orang ini lakulan di saat gw sibuk belajar di pagi hari dan ngerjain tugas sendirian sampai tengah malam?

Dan alasan gw waktu itu pingin banget nyelesaiin administrasi karena gw ga mau nambahin beban orang tua untuk bayar satu smester lagi.. Alasan gw cukup logis di situ..

Jadi kayaknya dia ga perlu se emosi itu juga kan sama gw.

….

Yaah sepenggal cerita di atas adalah sharing pengalaman gw aja sih.. biar gw besok besok ga akan menjudge hidup orang lain enak karena beruntung.

Bisa jadi si kaya kerja mati matian buat dapetin itu

Bisa jadi si pintar, kesehariannya lebih banyak belajar dan ga punya waktu untuk main..

Bisa jadi orang lain hidupnya adem karena masa lalunya sering berbuat baik sama orang lain..

Bisa jadi dia dapet kemudahan sekarang karena usaha usaha dan doa dia tahun lalu yang belum terbayarkan

Bisa jadi usaha dan doa itu bertahun tahun lama nya sebelum kenal sama kita. Pas dia dapet hadiahnya berupa kemudahan sekarang, yang kita tau ya dia dapet hadiah aja.

Atau kalaupun ga begitu, bisa jadi segala kelebihan hidup dan kehidupan yang dia dapat itu ujian. Dan bisa jadi mereka sebenernya ga lolos dari ujian itu.. udah dikasih banyak tetep ga bersyukur, kurang beramal, ga pernah solat. Itu malah lebih ngeri lagi..

Intinya banyak faktor yang membuat hidup kita dengan orang lain berbeda.

Hidup kudu santai ga usah mikirin mereka. Mereka hidup di dimensinya mereka.. kita hidup di dimensi kita..

Kalau kesuksesan kita segini ya mungkin emang pantesnya masih segini.. atau masih ditahan untuk dibayarkan nanti dengan jumlah berkali kali lipat.

Adil dan ga adilnya itu kan tergantung siapa yang mau kita protes.. temen? Atasan? Orang tua? Atau Tuhan?

Misakan di kantor.. gw selalu ngasih tau member member gw kalau kerja itu harus ikhlas. Mungkin suatu hari gw ga bisa mengapresiasi mereka.. atau gw bersikap merugikan mereka.

Jangankan orang yang berniat jahat sama kita, orang yang punya niat baik sama kita aja belum tentu berlaku adil. Bisa jadi mereka tidak sengaja menjadi tidak adil karena keterbatasan yang mereka punya. Ya namanya juga manusia.

Makanya berharap sama orang lain itu salah. Sebandel bandelnya gw, gw masih punya prinsip kalau yang bisa adil itu cuma Allah.

Jadi kalau kita kerja ikhlas.. udah pasti dibalas dengan Allah hal yang setimpal atau bahkan lebih.

Caranya ada macem macem..

Kesehatan dan kebahagiaan itu juga rezeki lho.. ga semua harus diukur dengan materi..

Ada cerita menarik dari teman gw.

Dulu pas awal punya anak dia bingung karena keuangannya berantakan. Anaknya juga susah makan.. udah dibeliin macem macen yang mahal tetep ga dimakan.

Suatu hari dia sadar kalau dia kurang bersyukur. Akhirnya bersyukurlah dia.. semua dijalanin dengan ikhlas.. stop compare compare sama hidup orang lain. terima aja.. entar Allah yang atur.

Setelah hidup bersyukur entah kenapa anaknya jadi suka makan.. apa aja dimakan .. ga perlu beli yang mahal mahal lagi. Terus anaknya juga jadi jarang sakit..

Lama kelamaan keuangannya membaik.

Bukan karena pemasukannya yang nambah, tapi karena pengeluarannya berkurang .

Dari cerita temen gw itu, gw semakin yakin.. kalau kita ikhlas melakukan sesuatu karena Allah. Allah pasti kasih jalan. Misalkan kita lagi bangun rumah, dipertemukan sama orang yang punya toko material murah.. dan dipertemukan dengan pekerja yang murah tapi kualitas bagus.

Kalau kita bersikap sebaliknya..bisa jadi ditarik lah nikmat nikmat kita yang lain. Uang habis buat ke dokter..uang banyak kepotong untuk refreshing karena nikmat bahagia dan damainya dicabut. Mau pemasukan nambah berapa kali lipat juga, kalau pengeluarannya juga banyak ya sama aja kan..

Mau kita dapat jabatan tinggi, jadi anak emas atasan.. tapi nikmat yang lain ga punya, ya sama aja..

Jadi balik lagi tadi.. siapa yang kita protes? Temen? Atasan? Orang tua? atau Tuhan?

Atau memperbaiki diri sendiri.. dan let it go..?

This life is your own individual journey. Back to the Almighty. Don’t compare it with anyone else. (Mufti Menk)

What This Life Means to Me

Waktu SD gw sama sekali ga berprestasi. Gw bahkan ga ngerti apa gunanya gw sekolah. Gw ga terlalu merhatiin apa yang guru gw terangin. Gw dibully sama kakak angkatan gw di jemputan. Semua senior yang satu jemputan sama gw benci sama gw untuk alasan yang sampe sekarang gw ga tau apa. Denger denger sih katanya salah satu kakak kelas gw itu ada yang pacaran sama tetangga gw di rumah (gila ye, anak bocah udah pacaran). Gw cuma tau sebates itu. Ga ngerti deh kelanjutanya apa sampe senior senior gw itu benci sama gw.
Gw pernah sih ga sengaja ngejepit tangannya senior gw di pintu mobil. Waktu itu gw sih takut ya karena kepikiran besok besok gw bakal makin di bully nih pasti.. yes I was weak. Coba itu terjadi pas gw udah gede sekarang, gw malah seneng kali udah berhasil ngejepit tangan orang yang ngebully gw.

Ga cuma itu, temen temen deket gw pun sempet ngejauhin gw karena entah gimana cerita lengkapnya.. mereka kayak dihasut sama salah satu temen yang lain, yang akhirnya bikin gw dimusuhin. Gw sempet pernah ngalamin yang namanya sama sekali ga punya temen dan itu terjadi hampir satu tahunan.

Nilai gw ga pernah bagus.. sampai sampai guru gw nyaranin ke nyokap gw buat jangan ambil SMP unggulan semuanya pas milih SMP, takutnya ga bisa masuk.

But miracle happened.. atau bisa jadi judgment guru gw salah. Gw ternyata beruntung diterima di SMP swasta yang cukup ngetrend lah di rayon tempat gw tinggal. Ga cuma sekedar diterima tapi juga masuk kelas unggulan..

SMP gw adalah sekolah umum tapi sangat menerapkan ilmu agama. Sekolah ini bisa dibilang sekolah terbaik gw. Mungkin karena swasta kali ya. Dari segi fasilitas sampai ke acara acara non akademisnya, jauh lebih baik dari SD maupun SMA gw.

Waktu SMP gw punya beberapa temen deket.. tapi bukan berarti gw lepas dari masalah bully membully, bahkan malah yang terjadi lebih parah. Satu angkatan benci sama gw! Alasannya karena gw deket sama salah satu pelatih karate gw yang super galak. Waktu itu di sekolah bela diri itu ekstrakulikuler wajib. Sekitar 90% nya milih karate. Berhubung pelatih yang deket sama gw ini killer banget, mereka nyangkanya kalau gw yang selalu bawa dia ke sekolah.. jadi orang pada kesel karena ada pelatih yang lebih baik baik, kenapa yang ngelatih malah yang galak.

Gw bahkan pernah denger temen gw mengumbar fitnah kalau dia dipegang kenceng tanggannya sampe memar pas lagi latihan. Padahal gw tau banget itu ga bener. Tangan dia emang memar..tapi bukan karena pelatih gw ini. Ada oknum lain yang lakuin itupun juga ga sengaja. Akhirnya gw belain lah pelatih gw ini. berusaha membersihkan nama baiknya dia. Ehh malah nambah issue baru.. gw mulai dapet julukan baru “pacar ****” (nama pelatih gw. Dan diucapkan dengan nada yang sarkas.

Kalau dipikir pikir lucu juga sih. Banyak moment moment kayak film koreanya dulu. Gw juga ga suka sama dia dalam konteks yang romantis. Cuma emang waktu itu gw yang kebetulan melihat sisi baiknya pelatih gw ini.

Ya gw juga ga mengklarifikasi sih kalo bukan gw yang ngajak pelatih itu ke sekolah. Karena dari lubuk hati yang terdalam, gw juga seneng kalo dia dateng ๐Ÿ˜….

Tapi gara gara itu ga cuma sekali gw disorakin di depan umum. Misal lagi main kasti di lapangan, pas bagian gw lari banyak yang teriakin “wuuu”.

Lebih sedihnya lagi, justru orang yang gw taksir beneran malah benci banget sama gw. Untuk alasan yang lagi lagi gw ga tau apa. Dan dia juga jadi ikut ikutan black campaigin gw.. pokoknya suck lah tu orang ๐Ÿ˜….

Gw ga pernah nyangka kalau orang orang benci sama gw segitunya. Pernah suatu hari pas lagi karyawisata kita foto foto bareng dan pas itu ada cowok yang ga mau foto bareng sama gw, kayak yang geli gitu. Terus bilang “ga mau ah kalau foto sama fina”, di depan gw nya langsung! Entah dulu dia ada issue apa sama gw, atau memang waktu itu gw buruk rupa buat dia. Karena pas SMP gw jerawatan, gigi gw masih gingsul, muka ga kerawat (anak SMP mau perawatan apa coba) dan belum pakai krudung ๐Ÿค”.

Di SMP ini bisa dibilang merupakan titik balik kehidupan gw. Dulu gw dapat guru private.. khusus pelajaran fisika. Beliau menjelaskan pelajaran fisika ditambah dengan fenomena fenomena nyata di sekitar kita. Menurut gw, guru gw ini cerdas. Gara gara dia, gw jadi suka banget belajar. Ga hanya belajar fisika. Tapi gw juga suka semua pelajaran.

Sebenernya ada guru privat yang lebih lama dari guru fisika gw. Ngajar matematika dari sejak gw kelas lima SD. Kasian banget lah guru gw ini kalau gw inget inget gimana perlakuan gw ke beliau. Karena dulu gw kesel harus les dua kali seminggu dan ikut TPA plus les bahasa inggris juga, jadi gw ga punya waktu buat main. Jadi pas les matematika..gw kebanyakan nyuekin gurunya, tiap gurunya nanya gw jarang jawab, pas dikasih soal kertasnya malah gw pake gambar, sebel karena pelajarannya ga selesai selesai.

Untuk guru Matematika ku bus Sri, dan guru Fisika ku Pak Rahmat, terimakasih atas jasa kalian ๐Ÿ™.

Singkat cerita gw baru ngerti metode belajar yang benar pas SMP. Gw mulai peduli dengan nilai gw, PR gw , dll.

*yang mana sebelumnya gw selalu ngerjain PR di sekolah.

Akhirnya pas itu gw bisa dapat ranking di kelas. Semua gw lakukan karena gw tertarik dan penasaran dengan ilmu yang gw dapet di sekolah..bukan karena mengejar nilai semata.

….

Waktu SMA gw diterima di sekolah unggulan di Jakarta. Disini usai sudah masa masa gw dikucilkan dan dibully. Gw punya banyak temen disini. Sistem di sekolah ini lebih adil, untuk jadi pengurus OSIS, ga dipilih dari anak anak yang populer aja. Tapi juga ada seleksinya. Akhirnya gw pun jadi anggota pengurus. Mulai sibuk ini itu, dan sebagainya.

Gw juga lumayan berprestasi lah.. bisa ada di enam besar di kelas. Gw masih ingat moment moment kejayaan pas nilai gw sertus sendiri pada saat yang lain nilainya sekitar enam puluhan. Juga masa kejayaan pas dapet 20 besar di NF (Nurul Fikri) se Jakarta.

Walaupun ada juga moment moment pas nilai akademik gw anjlok total ๐Ÿ˜….

Waktu kuliah ..singkat cerita gw memilih untuk sekolah di UGM. Yang mana keputusan itu baru ada pas gw bener bener keterima. Gw bahkan ga berpikir untuk kuliah disana sebelum sebelumnya. Waktu itu target gw cuma UI. Tapi bahkan gw ikut tes UI aja engga.. mungkin ini yang namanya takdir terjadi di detik detik terakhir.

Saat itu gw jelas ga ada masalah pertemanan.. gw dapet temen yang jauh lebih banyak dari pas gw sekolah dulu. Dan kalau yang dulu gw cuma sebates anggota pengurus, pas kuliah gw jadi Kepala Departement di salah satu departmentnya Himpunan Mahasiswa jurusan gw. Gw juga jadi ketua KKN di kelompok gw. Gw juga pernah menang di beberapa lomba yang gw ikutin. Menangnya sih sebagai group dan ga selalu jadi yang pertama, tapi at least bisa jadi juara.

Kalau dirunut dari awal, bersyukur banget hidup terus menerus improved. Dari yang tadinya bukan apa apa menjadi sesuatu yang diakui.

Sekarang pun gw kerja di perusahaan yang lumayan besar. Penghasilannya lumayan.. ga pernah kekurangan suatu apapun.

Gw pernah iseng nengok kabar orang orang yang dulu jadi pelaku Bully. Ada kisahnya yang tadinya hobi bully anak anak yang dianggap culun, sekarang hidupnya berantakan. Ga kuliah karena di DO, jadi masa depannya ga jelas.

Ada juga yang tadinya cantik jadi primadona kelas.. terus sekarang gedenya biasa aja. Ada juga yang tetep cantik tapi berakhir gendong bayi di luar pernikahan.

Ada yang tadinya sering diledekin secara fisik pas gede jadi cantik banget sampe jadi model.

Ada yang sering dianggap cupu di sekolah eh sekarang udah tinggal di luar negeri dan isterinya cantik parah.

Temen yang dulu pernah musuhin gw pas SD sekarang jadi sahabat dekat gw.

Temen SMP yang dulu gw taksir dan ikutan musuhin gw, tau tau muncul jadi bintang sinetron sebagai peran sampingan di film cinta fitri. Udah sekali itu doang gw liat dia main sinetron.. itu aja gw kaget banget pas ga sengaja nonton tau tau muka dia yang muncul ๐Ÿ˜….

Orang yang ga mau foto sama gw pas SMP? Sekarang malah jadi hantu sosmed yang kerjanya galau dan curhat tentang cewenya. Ada kalanya gw ngeliat feed fb gw penuh sama curhatannya dia

Pada akhirnya sistem yang dibangun oleh lingkungan sekitar kita dulu itu hanyalah kenangan. Bisa jadi akan ada karma buat kita ke depannya. Atau bisa jadi hadiah untuk kehidupan kita.

Kitapun berhenti mengkotak kotakan orang.. group populer dan group kuper ketika dewasa. Karena pas sudah umur sekarang ga ada lagi yang namanya populer populeran. Semua ada di dimensi kesuksesannya masing masing.

Dan itu adalah hal yang terjadi sama gw selama dua puluh tahun ke belakang. Serangkaian hal yang membuat gw menjadi gw yang sekarang. Apa yang akan terjadi dengan dua puluh tahun kita ke depan, tentu tergantung dengan apa yang kita lakukan hari ini ๐Ÿ˜Š.

Movie Review: The Greatest Showman

Dari kemarin gw review film mulu yah. Ketauan banget gw kerjaannya cuma nonton haha..

Dari awal trailer ini release, gw udah pingin banget nonton filmnya. Kenapa? Tentu saja karena ada the aktor kesayangan jadi pemeran utamanya HUGH JACKMAN.

Bukan cuma karena dia yang main, tapi karena dia melakukan sesuatu yang berbeda disini: Singing and Dancing.

maxresdefault.jpg

Setelah kemarin menyaksikan abang Luke Evan main di Beauty and the beast, I never expect other handsome, amazing, unpredictabelly talented actor like Hugh Jackman akan menjadi pemeran utama di film musikal. Kabarnya sebelum dia jadi wolverin, dia udah sering manggung untuk talent-nya yang ini.  Kebayang ga sih gimana excited nya gw nonton ini??

Setelah menunggu beberapa hari film ini muncul di bioskop, akhirnya gw nonton juga filmnya.. daaan review gw untuk film ini adalah:

AH.. MA.. ZING!!!

Film ini bener bener kereeen banget. Ini jelas film musikal terbagus yang pernah gw tonton.

Setelah sebelumnya yang terkenal ada La La Land dan Beauty and The Beast.

La La Land menurut gw boring banget. Gw bahlan ketiduran setelah 45 menit nonton. Mungkin emang lagu tipe ngantuk ngantuk gitu juga bukan genre gw kali ya..

The Beauty and The Beast.. ini aja udah bikin gw seneng banget setelah nonton karena musikalisasinya menarik dan bagus..

Dulu gw pernah nonton pertunjukan Lion King di Disney Land Hongkong, itu serius bagus banget. Apalagi gw nontonnya live. Dan believe me or not, gw sampe mau nangis saking bagusnya.

Nah hal yang sama berulang ketika gw nonton The Greatest Showman. Oh my God oh my God.. gw pingin nangis saking bagusnyaaa.  Dan ini gw nonton ga live. Cukup di layar lebar aja. Bayangin kalau gw nonton pertunjukannya langsung, mungkin gw bakal nangis kejer sambil tepuk tangan haha.

Jadi film ini menceritakan tentang seorang pria (Hugh Jackman) yang tadinya miskin banget terus akhirnya membangun sirkus sendiri dengan nama P.T. Barnum (Mohon dimengerti itu bukan perseroan terbatas). Sirkus itu dia bangun dari nol sampai akhirnya jadi kaya raya.

Yang menarik dari sirkusnya adalah, dia mengambil orang orang unik yang tadinya dianggap ‘aneh’ oleh masyarakat. Macem macem orangnya, ada manusia kerdil, manusia  tinggi, manusia super besar, perempuan berjanggut, dll..

Konfliknya adalah karena Hugh Jackman ini setelah kaya jadi lupa diri dan selalu pingin lebih dan lebih..  Dia jadi lebai beliin rumah besar untuk anak isterinya dan menghire artis untuk show kelilinf dunia, which is sirkusnya sendiri diabaikan. Sampai pada akhirnya bisnis sirkusnya ini hancur.

Gw  suka musikalisasi dari film ini karena genrenya adalah lagu lagu semangat.. dancenya juga kompak dan pokoknya bagus banget deh. Liat aja trailernya..

Kalau gw harus memilih, ada empat lagu yang menurut gw paling bagus di film ini:

4. THIS IS ME

1280x720-6Av.jpg

“I am not scared to be seen, I make no apologies, this is me”
Dinyanyikan waktu anak anak sirkus mau masuk ke dalam pesta selepas orkestra. Semua mata tertuju pada keanehan penampilan mereka.. pesan yang disampaikan dari lagu ini adalah, This is me, just because I am strange for you, I am not scared to be seen..and I dont need your approval.. like that.

3. THE OTHER SIDE

the-greatest-showman-hi-res-efron-jackman.jpg

“Don’t you wanna get away from the same old part you gotta play, cause I got what you need. So come with me and take a ride.”
Dinyanyikan oleh Hugh Jackman dan Zac Efron pada saat di bar. Ceritanya Hugh  lagi membujuk Zac buat ikut jadi bagian dari sirkusnya.

2. REWRITE THE STARS

the-greatest-showman-film-04-hr.jpg

“What if we rewrite the stars, say you were made to be mine..”
“No one can rewrite the stars, how you can you say you’ll be mine?”

Yang kedua adalah pas Zac Efron dan Zendaya duet bareng. Bukan cuma lagu dan liriknya yang bagus.. ini karena pas lagi nyanyi adegannya mereka berakrobat dengan tali tali sirkus. This scene was real!! Kabarnya ga pake stuntman sama sekali.

Oh iya itu gambarnya bukan pas adegan nyanyi lagu ini. Tapi itu sama sama momentnya Zac Efron sama Zendaya. Gw suka aja adegan yang itu.

By the way, kalau yang tau Zendaya, dia ini pemeran M.J di film Spiderman Homecoming.  Pas kemarin nonton gw agak kecewa sih ko yang meranin M.J. kayak gitu..  Kebanting aja sama Kristen Duns,  apalagi sama Emma Stone.  Tapi ternyataa dia keren banget disini. I am totally be her fan now.

1. THE GREATEST SHOW

the-greatest-showman-DF-07720_rgb.jpg

“Its everything you ever want, its everything you ever need. And its right here in front of you. This is where you wanna be”
Dan yang paling paling gw suka tentunya adalah lagu utama dari film ini. Dinyanyikan pada saat perform di panggung.  Semua pemain tampil disini.. despite the fact mereka menggunakan gajah dan kuda untuk sirkus, tanpa itu pun gw tetep suka. Karena lagu ini amazing.

Setelah nonton ini pun gw berasa pingin banget nonton lagi di bioskop. Karena gw tau kalau nonton ga di bioskop, pasti feelnya beda. Dari mulai layarnya, sound systemnya .. dll..

Dengan film musikal makin banyak yang beredar.. karena lagi ngetrend. Kayaknya bakal akan bermunculan lagi film film musikal yang lain. Semoga semuanya bisa sebagus ini deh ๐Ÿ˜Š.

Movie Review: Ayat Ayat Cinta 2

Akhirnya gw berkesempatan nulis review film Ayat Ayat cinta 2.

DMt7gWxU8AAFwR-.jpg

Hari ini gw berangkat nonton bareng dua temen kantor gw. Gw dibuat terheran heran sama jadwal film di salah satu mall. Ini kan film religi ya, masa iya sih jadwal filmnya ada yang mulai jam 17.55.. which means udah pasti magrib kelewat. Adzan aja jam enam lewat dan ini film durasinya 120 menit.

Hal kayak gini mengingatkanย  dengan perasaan heran gw terhadapย  sinetron islami jaman dulu yang diputer di bulan Ramadhan. Dan diputernya jam 19.00 doong. Itu kan jam taraweh di masjid. Jangan kira ini serial tv lepas yang ga bersambung dan ditonton kalo mood doang.. namanya juga sinetron, satu episode ke episode lainnya pasti nyambung. Jadi ga mungkin pakai alasan market sharenya buat perempuan lagi ‘dapet’. Kecuali kalo dapetnya mau sebulan full.

Akhirnya dengan niat ga mau kelewat jam solat, kita pun pindah bioskop.. jadilah kita nonton jam 19.00.

Gw selalu mengingatkan di setiap review ya: SPOILER ALERT.

Jadi basically cerita AAC 2 ini adalah sambungan dari AAC 1 (iyalah) , nah ceritanya si Aisha ini jadi relawan di palestine untuk menghibur dirinya yang ga bisa punya anak. Tapi Fahri tetap tinggal di Scotland dan berprofesi sebagai Professor di Univ. Edinburgh. Bukan cuma itu, si Fahri ini sekarang udah tajir banget. bisnisnya ada dimana mana dan tinggal di rumah mewah.

Sayangnya Aisha hilang dan ga ketahuan dimana keberadaanya.

Di tengah kehidupan Fahri menjadi profesor, dia ketemu dengan sodara sepupu Aisha, Hulya (Tatjana Saphira).

Inti dari ceritanya sih bagaimana Fahri mengajarkan kita hidup beragama. Jadi tetangga tetangga dia ada yang katolik, ada yang jewish.. ada yang awalnya benci dan musuhin Fahri tapi lama lama jadi baik karena ditolong terus menerus sama Fahri.

Dan disamping itu juga tentunya kita harus menyaksikan kisah cinta Fahri yang katanya sudah disaksikan oleh dua juta orang rakyat Indonesia.ย  Ini kisah cinta segitiga Antara Hulya, Fahri, dan masa lalunya (Aisha).

Gw ga akan bahas dari segi pesan religi, moral, bla bla bla.. karena itu bukan bagian gw ๐Ÿ˜…. Gw akan coba bahas dari sudut pandangย  filmnya sendiri.

๐Ÿ”ฅYang menarik untuk dibahas adalah …

1.ย  Harusnya film ini ga perlu dikasih judul Ayat Ayat Cinta 2 .. judulnya cukup “FAHRI”, aja udah. Gimana engga? Film ini bener bener fokus banget ke tokoh Fahri yang berperangai bak manusia sempurna. Gw percaya sih ada orang kayak Fahri. Mungkin jumlahnya satu banding sejuta. Hanya saja gw merasa kondisi si Fahri yang diagung agungkan banyak perempuan agak sedikit berlebihan.. dari mulai mahasiswanya, karyawan minimart, pengacara, sampai ke beberapa tetangga Fahri.ย  Saking digandrunginnya sama banyak cwek dan, ga ada yang jelek pula, temen sebelah gw yang lakik ini sampe nyeletuk , “pingin jadi profesor gw”ย  ..

Pada akhirnya Fahri nikahin Hulya. Nah yang menurut gw paling lebai adalah kisahnya Keira (Chelsea Islan) yang dibiayain sekolah biola sama Fahri anonymously. Pas tau selama ini yang biayain adalah orang yang sangat dia benci, dia langsung terharu dan minta Fahri nikahin dia! Mintanya di depan Hulya! Dalem hati gw, kebetulan aja yg biayain orang nya oke, si fahri.. jadi kesimpulannya si Keira udah disekolahin, minta dinikahin pula. Itu sih ngelunjak bukan ngucapin terimakasih ๐Ÿ˜…. Untung Fahri masih sehat dan menolak Keira secara halus.

2. Meskipun orang orang berkomentar Fahri seperti Malaikat, tapi sebenernya orang orang itu salah. Yang berjiwa malaikat itu bukan Fahri, tapi Aisha. Gw spoilerin sekalian ya, jadi sebenernya Aisha itu ga hilang.. dia balik lagi ke kehidupan Fahri sebagai ART dengan berganti nama jadi Sabina. Tapi kondisinya muka Aisha udah hancur sebelah dan bagian kewanitaannya sengaja dirusak biar ga diperkosa sama tentara zionis. Karena menurut dia sekarang dia bukan lagi wanita seutuhnya, akhirnya dia terpaksa berbohong sama Fahri dan menyamar sebagai Sabina.ย  Nah dimana sisi malaikatnya? Karena ini orang udah rela banget dipoligami dua kali. Yang dulu sama Maria, dan sekarang sama Hulya. Ga cuma itu, udah nikah juga si Aisha masih mau tinggal SERUMAHย  dong sebagai ART! Gw aja ngeliat orang yang gw suka jalan sama orang lain dari kejauhan rasanya pingin garuk garuk tanah, lahh ini tinggal serumah banget.

Kalau Fahri itu ada satu banding sejuta, nah si Aisha ini gw rasa satu banding seratus juta ๐Ÿค”. Karena bisa dipastikan ga ada cewek yang mau banting setir dari isteri jadi ART,ย  ngelayanin mantan lakinya dan isteri barunya.ย  What a tragic story for a women. Kalo gw mah udah minta resign buru buru.

So in this case, gw merasa Aisha ga pas untuk menjadi tokoh panutan kaum hawa. No one have to torture themselves like that, right?

3. Gw sebenernya keganggu sama penggunaan bahasa di film ini. Jadi bahasanya campur aduk antara Indonesia dan bahasa Inggris. Maksud gw, ini kan ceritanya bukan orang Indonesia semua ya, banyak orang dari mancanegara. Tapi dialognya banyak yang pakai bahasa Indonesia. Semoga aja besok besok kalau ada film baru settingan di luar negeri,ย  bahasanya full pakai bahasa yang sesuai sama karakternya, biar filmnya jadi serius.

4. Termasuk dengan pemilihan tokoh. Kalau gw nonton film barat itu mereka concern banget sama muka pemainnya. Jadi kalau satu keluarga ya dibikin emang beneran mirip. Atau tokoh kecilnya dibikin mirip dengan tokoh setelah dia dewasa. Contohnya serial TV Once Upon A Time.. Snow white kecil dan Snow white dewasa mukanya mirip banget.

img1515110546811.jpg

Atau yang lebih akrab, Harry sama James Potter juga mirip.

img1515110731244.jpg

Atau GoT, kakak beradik Daenarys sama Visaerys juga minimal dibikin mirip tampilannya.

img1515110946177.jpg

Sementara AAC 2 ini banyak keanehan.. misalnya Pandji Pragiwaksono dibilang asal Turki tapi mukanya Indonesia banget. Nah atau wajahnya Chelsea Islan yang ada unsur asianya, tapi adek sama orang tuanya bule tulen. Sama si Barruch bekas tentara Israel malah yang dipilih orang Melayu banget.. lucu aja tau tau dia ngomong “Apa mau kau?”ย  dengan logat kebatak-batakan ๐Ÿ˜..ย  batak sama melayu kan ada miripnya.

Gw harap sih besok film Indo bisa memperhatikan unsur ini lah ya.. sama, biar keliatan serius.

๐Ÿ‘ป Lalu titik fatal dari film ini adalah..

1. Seharusnya wajah Aisha dibuat lebih rusak lagi. Masalahnya wajah yang rusak cuma sebelah. Kalau dilihat dari sisi yang satunya, mukanya sempurna. Jadi masa ya Fahri ga ngenalin muka istetinya sendiri pas madep samping. Belum lagi suranya.. masa iya lo ga ngenalin suara isteri sendiri. Harusnya dibuat Aisha minum cairan apa gitu ya yang merusak pita suara sampai bikin suaranya juga jadi beda.

2. Cowok udah pasti suka sama film ini karena cewek ceweknya cantik semua. Cuma gw sebel karena entah film ini mau jual kecantikan perangai tokoh utama atau gimana.. setelah Hulya nikah sama Fahri, dia diminta pakai krudung. Tapi pakainya ngasal banget. Dengan kondisi Fahri yang tingkat agamanya segitu, masa dia ga ngasih tau, “Sayang, itu bukan jilbab, itu kamu makenya kayak caleg pas lagi kampanye”.ย  ย Please lah. Karena ini juga filmnya jadi terkesan ga serius. Apa susahnya Hulya dibikin hijrah minimal pake jilbab yang nutupin rambut.

3. Proses transplantasi muka Hulya ke Aisha becanda banget sih menurut gw ๐Ÿ™. Gw sebenernya salut ya sama artis yang bikin copyan muka nya Tatjana Saphira untuk properti film ini.ย  Tapi balik lagi ke filmnya, mana ada sih transplantasi wajah bisa sesempurna itu? Kan ada faktor tulang yang mempengaruhi.. Tulang mereka ga sama.ย  sementara ini di filmnya kayak yang asal tempel aja. Dan setelah gw searching, proses itu tuh bikin syaraf muka ga berfungsi dengan baik.. sudah ngomong, susah makan dll..

Daan heii.ย  Di akhir film, ga hanya muka Aisha yang berubah, tinggi badannya juga. Tau tau menjulang setinggi Hulya. Duh di shootnya pas lagi duduk kek biar perubahan badan dari Dewi Sandra ke Tatjana Saphira nyaย  ga keliatan total.

Terlepas dari itu semua,

โค Sisi positif dari film ini adalah…

1. Gw suka sih sama adegan pas Aisha nangis keluar pas Fahri nikah sama Hulya. Walaupun ini pernah kejadian di AAC 1, tapi yang ini sebenernya dibikin lebih sedih.

2. Gw juga suka adegan pas Fahri ngobrol sama Misbah soal niat. Selama ini Fahri melalukan banyak kebaikan karena Aisha.. biar Aisha berkah.. biar Aisha dilindungi, biat Aisha ini itu. Terus Misbah nasihatin Fahri untuk jangan menipu Allah. Jadi menurut dia dengan kondisi Fahri sedemikian baiknya sama orang itu aja masih salah kalau niatnya bukan karena Allah. Adegan ini jadi kayak meredamkan kerisihan penonton dengan sosok Fahri yang terlihat Malaikat banget.

3. Meskipun endingnya bisa dibilang basi. Karena melibatkan dua perempuan ..dan yang satu sekarat. Kayakย  AAC 1, dan Surga yang Dirindukan, seengganya ceritanya udah lumayan unik lah,ย  karena di tengah tengah ada twist nya (Sabina adalah Aisha).

Oke deh demikian review dari gw..ย  ngantuk euy, mana dari tadi banyak typonya (maklum modal HP buat ngeblog)

Buat yang belum nonton, gw saranin cari kursi yang agak enakan deh ya.. karena film ini terhitung lama buat genre drama.

See you in next review (kalau masih sudi baca hha)

Movie Review: Si Juki The Movie

Mengakhiri tahun 2017 ini, gw yang dapet libur lima hari sebenernya bingung mau kemana.

Tetiba ponakan ngajak nonton film Si Juki The Movie karena tertarik ngeliat iklannya di TV. Awalnya gw berpikir aduh si Juki ini kayaknya ga bakalan pas sama selera gw. Dulu gw pernah liat trailer nya di bioskop dan gw sama sekali ga tertarik. Tapi daripada gw berjamur di rumah ga jelas ngapain, gw pun akhirnya ngikut nonton.

Finally, gw jalan ber empat sama kakak gw, kakak ipar gw, dan satu ponakan gw yang paling gede, si Al.

Pas kesana loketnya belum buka dan ada banyak orang ngantri di depannya. Kayaknya mau nonton AAC 2 deh ini, batin gw.  Karena emang film yang lagi ngehits sekarang kan itu. Berhubung kita males nunggu depan pintu, akhirnya kita tinggal makan dulu deh ke bawah.

Selesai makan pas kita ke atas lagi, ternyataa.. full banget dong yang nonton Si Juki. Itu kita duduknya aja kebagian baris H.

Gw langsung nanya sama kakak ipar gw, “emang filmnya bagus apa?”

Kaka ipar gw cuma ketawa, “ga tau. Rame banget ya”.

Bahkan pas kita masuk ada aja orang yang yang duduk di barisan paling depan. Segitunya lah sampe rela relain.. padahal gw pernah ngerasain duduk di depan banget itu pilihannya antara sakit leher atau sakit mata.

Setelah solat, beli cemilan, dll.. kita pun masuk ke studio.

Film dibuka dengan cerita Juki pas masih kecil. Kelakuannya cukup unik karena demi ngambil layangan nyangkut aja dia sampai manjat di atas tiang antena . Jadi ceritanya emang si Juki ini adalah karakter yang unik. Dan dia terkenal, punya penggemar banyak. Si Juki juga punya acara talk show sendiri di film ini.. dan di awal film ceritanya dia dapet award artis terfavorit.

Di luar dugaan, baru juga berapa menit filmnya udah bikin kita berempat cekikian. Ternyata film nya konyol banget ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

posterfilmjuki.jpg

Ada beberapa tokoh penting selain si Juki itu sendiri.
1. Erin (Bunga Citra Lestari)
Seorang perempuan yang kerja di Badan Antariksa. Dia yang pertama kali mendeksi adanya asteroid yang mau nabrak bumi

2. Ganjar Ginanjar (Pandji Pragiwaksono)

Cerita si Juki ga lepas dari tokoh politikus dan si Ganjar ini adalah karakter politikus.. ketua partai *** (lupa) yang punya mental penjilat dan pencari kekuasaan.

3. Coro (Bima Sakti)

Coro (dalam entah bahasa apa) artinya kan kecoak. Yup! Karena  dia emang benar adalah kecoak ajaib yang tinggal di rumah Si Juki. Dan banyak bantuin si Juki kalau Juki ketimpa masalah.

4. Congki (Ade Babe Cabita)

Salah tamu temennya si Juki, kalau ini bentuknya pocong. Ga ada serem seremnya sama sekali. Malah dia yang ngejerit pas ngeliat coro terbang.

5. Presiden (Butet Kertaradjasa)

Tokoh presiden yang ada di film ini. Kayaknya sih perangainya dibikin agak sedikit mirip sama Jokowi. Tapi dikemas dalam bentuk lucu lucuan.

6. Profesor Juned (Indro Warkop)

Profesor Juned adalah tetangganya Juki yang bisa menciptakan alat alat ajaib. Yang mana nanti alat alat ajaibnya itu yang menyelamatkan Indonesia.  *macem doraemon.

7. Babe (Jaja Miharja)

Yaudalah ya kebayang banget kan babe nya Si Juki macem apa kalo pengisi suaranya Jaja Miharja. Di film ini emang banyakan pake logat betawi. Tapi out of expectation karena bisa nyatu ko sama filmnya.

8. Faza Meonk (Faza Meonk)

Faza Meonk si pembuat kartun Si Juki ini pun muncul sebagai dirinya sendiri. Ceritanya di sana dia jadi semacam managernya si Juki gitu.

Overal cerita di film ini adalah tentang Meteor yang mau nyerang Indonesia. Iya, he eh, Indonesia aja. Bahkan ga Malaysia, Singapura, atau Papua. Bayangin itu Indonesia bentuknya berkelak kelok gitu, meteornya cuma mau nyerang Indonesia doang. Jadi yang kocar kacir juga pemerintahan Indonesia doang. Sampai konyolnya tu rakyat pada kabur ke Malaysia lewat perbatasan. Asal udah lewat perbatasan pokoknya aman ๐Ÿ˜….

Nah long story short,  si Juki punya misi buat ledakin meteornya sebelum jatuh ke bumi, dibikin mirip kayak Armagedon gitu deh.

Review gw terhadap film ini adalah.

1. Animasinya udah bagus. Wait, ini bukan bagusnya pixar, atau dreamworks lho ya. Lebai banget kalo ada yang bandingin sama itu ๐Ÿ‘Š. Yang jelas untuk ukuran film kartun Indonesia sih ini udah bisa dibilang bagus. Tapi juga jangan bayangin kartun macem upin ipin ya.. Apalagi si unyil. Trust me, this is better.

2. Jalan ceritanya fresh. Meskipun udah ada beberapa film yang main plotnya similar kayak ini. Tapi ini jelas lebih bagus dari kebanyakan film Indonesia yang ngalor ngidur ga fokus.

3. Jokes nya Indonesia banget. Gw suka. Bukan jokes yang tipenya insulting. Tapi lebih ke konyol konyolan ๐Ÿ˜‚.

4. Filmnya Indonesia banget. Udah pasti sulit dibikin go International.. Haha lebayy memang. Atau yaa paling engga tetep aja sulit biar cuma ditonton sama bule tetangga juga. Kecuali kalo tetangga kita yang bule itu udah sekian belas tahun tinggal di Indo.

Gw sih terhibur ya sama film ini ๐Ÿ˜..

Si Al juga seneng banget sampe berdiri berdiri dari kursinya.

Walaupun mungkin ga semua orang bisa paham. Gw sempet iseng kan liatin ekspresi sekitar gw, baris sebelah gw ibu ibu muda banyakan mainan hape. Baris belakang gw ekspresinya juga datar.. anehnya meraka ga ketawa.. tapi juga ga tidur dan ga mainan hp ๐Ÿค”. Kayak yang nikmatin jalan ceritanya tapi salah ekspresi, tegang banget ๐Ÿ˜….

Gw jadi kebayang jangan jangan mereka kalo nonton Downfall nya Hitler malah ketawa ngakak lagi.

hqdefault-1.jpg

Yang mana gw aja tiap abis nonton film Hitler, hidup jadi berasa suram banget ๐Ÿ˜.

Back to Juki

Kemarin gw bahagia karena film horor Indonesia udah ga becanda lagi. Sekarang pun gw senang dengan film kartun di Indonesia bisa berkembang.

Ini aja garapnya sampe dua tahun dan melibatkan banyak banget animator. Semoga semangatnya terus berlanjut ya!..
Go go go perfilman Indonesia!

My New Passion: Cooking

Jadi sekarang ini gw punya passion baru: Masak!

Dulu pas gw kecil, nyokap gw parnoan buat menyerahkan gw urusan dapur. Bukan dapur sih, lebih tepatnya kompor. Gw ga diizinin yang namanya nyalain kompor sendiri.  Apalagi kompor gw mesti dinyalain manual pake korek (sampai sekarang). Takut kalo kompornya meledak.

Tapi kakak kakak gw yang laki dizinin buat make kompor. Mungkin kalau kakak gw yang bikin meledak gapapa, kalau gw jangan ๐Ÿ˜…. Haha Alhamdulillah insiden itu ga pernah terjadi.  Tapi gara gara itu jadilah kakak gw lebih jago masak daripada gw. Bahkan kalau gw mau bikin mie.. gw mesti nebeng kakak gw dulu yang lagi masak. Itu juga kudu pake rayuan rayuan maut.. terus ditambah imbalan suruh ini itu. Kalo ga gitu, gw ga bakalan bisa makan mie -_-

Nah waktu  itu juga di rumah seringnya pake katering, jadi jarang ada acara masak masak. Gw hampir ga pernah bantu di dapur. Dan itu semua berlanjut sampai gw dewasa.

Pas SMP atau SMA gitu gw lupa, gw mulai bisa nyalain kompor sendiri.. dan dapat approve begitu saja. Itu kondisinya juga gw memberanikan diri pake korek dan nyalain sendiri..  setelah gw bisa.. tetep aja yang gw masak cuma mie pake telur.

Di Trip Observasi SMA ( semacem ospek campur KKN), schedule dimana gw masak adalah disaster. Temen sekelompok gw terancam ga makan. Pernah gw goreng tahu kuning dan ga mateng, gw hampir ngeracunin temen temen gw pake formalin. Alhamdulillah ada orang tua temen gw yang berkunjung dan menyelamatkan kehidupan rumah tiap gw masak.. jadinya beliau deh yang masak.

Pas gw kuliah, gw temenan deket sama anak Bali yang emang suka banget masak. Disitu gw lumayan dapet ilmu gimana caranya ngupas udang, bikin opor, dll. Karena jujur gw ngeliat makanan yang kompleks kayak opor, gulai, dll itu macem gw ngeliat TV atau komputer. Gw bertanya tanya gimana buatnya sampe bisa jadi kayak gitu.

Yah at least dengan ada temen gw itu, gw agak terbuka matanya untuk urusan dapur. Setelah itu karya gw ga hanya mie rebus, tapi juga gw bisa ngupas dan goreng udang ๐Ÿ˜„.

Sampailah di penghujung gw kuliah.. ada aktifitas KKN. Ga mungkin gw cuma duduk mantengin tv pas orang orang lagi pada bantuin ibunya masak. Alhasil gw bantu bantu lah di dapur..meskipun itu tandanya gw harus berkali kali diomelin karena masaknya ga bener. Tapi lumayaan banget, lagi lagi gw terbantu untuk mengetahui basic masak.

Bagi gw, cewek umur 25 itu harus punya fundamental skill: masak.  Sama hal nya kayak  menurut gw cowok harus bisa nyetir di umur 25.

Ini bermula setahun lalu. Gw jadi suka masak ini itu. Dan gw mulai rajin bawa bekel. Sekali nyoba ternyata ketagihan untuk bekel terus terusan. Selain porsinya pas. Gw juga bebas nentuin menu sendiri.

There are a lot of things I learned by autodidact. Salah satunya adalah masak. Meskipun gw dapet basicnya dari pas gw kuliah dulu, semua yang gw masak pas udah kerja adalah hal yang coba coba. Sometimes kreasi sendiri.

Jadi mohon maap kalau hasilnya kadang ga sesuai ekspektasi.. malah kadang gagal total.

Berikut adalah contoh yang pernah gw masak.

Ini masakan yang paling gampang. Karena dari dulu keahlian gw bikin ufang goreng tepung. Plus ditambah sosis digulung mie pakai italian herb andalan gw: Parsley.

Ini pakai bahan seadanya di kulkas. Lagi lagi udang. Rasanya mayan lah. Anyway ini salah satu karya suka suka gw. Gw bahkan ga tau namanya apa.

20161008_112102.jpg

Bihun tuna ini gw masak buat di rumah kalau minggu pagi. Gw lebih suka pake tuna flakes kalengan karena ga amis dan ga ada durinya.

20161017_045357.jpg

Taraa.. ini adalah nasi uduk komplit dengan my fav telur bebek. Ini gw bikin pagi pagi. Bayangin ribetnya gw sebelum berangkat kerja dari Jakarta ke Kerawang.

20161026_072438.jpg

Mie goreng pedas. Pake cabe lumayan banyak. Dan di atasnya ditaburin keju quick melt. Fyi gw ga suka keju quick melt karena rasanya aneh. Gw prefer pakai red cheddar meskipun dapetinnya mesti lewat olshop.

20170410_062935.jpg

Kerang balado. Bersihin kerangnya super duper ribet. Gw boleh ga rapih urusan rumah, tapi kalau urusan makanan gw anaknya bersih banget. Ga bisa sesuatu yang kotor dari mulai tempat makan sama bahannya itu sendiri. Si kerang ini gw bersihin satu satu supaya ga ada pasir dan kotorannya dia. Alhamdulillah terbayar dengan hasilnya yang enak.

20171103_061428.jpg

I love it soo muuch. Ayam lada hitam dan tahu sutra spicy. Bikinnya ga ribet cuma agak lama aja. Dan alat masaknya mesti banyak. Karena mesti goreng dan numis untuk dua menu.

20170731_130055.jpg

Cekeer. Bisa dibilang ini agak failed karena rasanya asin pisan. Untung orang rumah baik hati dan menerima apa adanya, tetep dimakan sampai habis.

20170420_064302.jpg

Chicken teriyakii. Alhamdulillah rasanya not bad.

20170329_043643.jpg

Gw juga bikin burger. Ini dagingnya juga gw olah sendiri. Penampakan dagingnya di bawah ini ya.

img1479774670503.jpg

Ini penampakan dagingnya. Sama seperi daging burger di atas. Ternyata bikinnya gampang dan rasanya enak.

20171225_173925.jpg

Dan masakan terakhir yang mau gw share adalah my all time favorite italian food: Lasagna. Seneng banget deh bisa bikin ini sendiri. Jadi ga perlu ke restaurant lagi. Kata orang orang yang nyobain juga ini enak.

Gw udah seneng banget sih kalau orang yang gw masakan bilang enak. Kayaknya rela deh gw kerjaannya tiap hari cuma masak doang, dengan pendapatan sama kayak gw sekarang.

Meskipun gw masih belajar.. karena pastinya banyaaak banget yang gw ga tau. Gw seneng dan akan terus belajar dan belajar.

Teringat masanya dulu gw suka dibully karena ga bisa masak. Bahkan gw ga bisa bedain mangga sama alpukat sampe jadi bahan cengan sepanjang jalan. Haha.

Ternyata masak itu seruu..

Bodoh atau Depresi?ย 

Kata kata caci maki itu mendadak terucap oleh banyaknya netizen yang membaca berita ini.

“Sejumlah Penggemar Shinee Menghilang Seusai kematian Jong Hyun”

“Dua Fans di Indonesia Dikabarkan Mencoba Bunuh Diri Usai Jonghyun Shinee Meninggal”

What? Ah yang bener? Kenapa bisa sampai meninggal?

Bego banget ya. Ngefans boleh, tolol jangan..

Segitunya. Ga kasian apa sama keluarganya. 

Dan berbagai komentar lainnya..

Hmm. Gw bukan orang yang pernah ngefans berat sama artis sih. Ga pernah sampe yang fanatik banget, sampai sampai ngomongin itu setiap hari, bela belain nonton konser dia dimanapun, sampai rela jemput ke bandara, bikin petisi macem macem pas idolanya dihina, terlebih sampai depresi pas tau idola kita kenapa kenapa.

Setinggi tingginya loyalitas gw sama artis itu sebates  beli album Bon Jovi, Taylor Swift, atau Gareth Gates (pas SMP) ga mau yang bajakan.. jadi kudu bayar biar artisnya ga rugi.

Belum sampai ketahap yang fanatik berat.

Melihat berita berita itu, seperti biasa pikiran gw  suka agak out of the box dibandingin banyaknya para netizen bertitah di medsos.

Pertanyaan gw adalah, sesedih apa hidup mereka sampe sampe harus menggantungkan kebahagiannya sama K Pop?

Jadi kalau idola K Pop mereka hilang, yaudah mereka hilang juga.

Kayak yang susah banget nyari idola baru. K Pop jumlahnya seabrek abrek, dan jenis lagunya mirip mirip semua. Mukanya juga.

(Tanpa mengurai rasa hormat yang ke meninggal)

Gw ga akan bahas panjang lebar apa yang terjadi sama bintang idola yang mengakhiri hidupnya ini. Disini gw fokus sama fansnya yang ikut ikutan aksinya.

Dari semua itu gw berpikir kalau orang orang ini emang pastinya udah depresi dari sebelum mereka ngefans.

Ga tau ya karena apa.. bisa jadi karena urusan keluarga, urusan cinta cintaan, atau terlalu sering dibully di sekolahnya.

Nah si Boy band atau Girl band K Pop ini adalah pelarian mereka. Semacam distraction yang bisa membuat mereka lupa akan masalah masalah mereka.

Suka sama artis itu paling gampang.. apalagi KPop mereka kawinnya ga keburu buru jadi patah hati internasionalnya bakalan masih lama. Ga ada kemungkinan ditolak.. they said they love their fans. Itu aja udah cukup bikin hati berkembang kembang.

Jadi pas muncul berita si ini meninggal, terlebih dengan cara yang tidak lazim seperti itu.. mereka jadi berpikir, OK thats it! This is too much and unbearable. 

Engga, mereka ga bodoh.. mereka masih punya otak. Hanya saja terlalu depresi menjalani hidupnya. Ga ada lagi hal baik di hidupnya selain mengidolakan sesuatu.

Ternyata benar kan, disinyalir kalau remaja yang mencoba bunuh diri di Indonesia itu, kedua orang tuanya sudah meninggal.  Jadi bukan karena oppa Jong Hyun semata. Dibalik itu pasti ada ceritanya kenapa dia depresi berat.

Gw mencoba berpikir dari segi psikologis pas detik detik orang mau mengakhiri hidupnya. Motong urat nadi misalnya. Bagaimana perasaannya waktu mau menggores tangan? Atau orang yang gantung diri , bagaimana perasaannya waktu mengikatkan tali, simpul demi simpul. Atau ketika menghirup dzat kimia berbahaya.. perasaan sesak napas pada saat dzatnya mulai masuk ke dalam tubuh. Padahal  semua penderitaan akibat aksinya itu bisa dihentikan dengan keluar ruangan atau telpon seseorang untuk meminta bantuan. Tapi dia memilih melanjutkan dan menderita. Tentunya tidak mudah. Tentunya bukan karena alasan demam K Pop semata.

Kebayang ga kalau ada orang yang jalanin hidup sampai sebegitunya. Kalau orang orang yang normal pasti mikirnya , lo di akhirat juga belum tentu ketemu kali. Di dunia aja ga ketemu, apalagi disono. 

Sekali lagi itu buat yang normal, yang lagi jernih pikirannya.

Terlepas dari banyaknya problematika hidup, melampiaskan ke artis itu menurut gw sebaiknya dihindari selagi kita masih berpikit jernih. Walaupun in the end kita yakin ga bakalan lah sampai niru niru perbuatannya. Tapi menurut gw tetap aja itu bukan perilaku yang sehat. 

Kalau mau cari,  cari lah distraction yang menghasilkan manfaat nyata: uang, jabatan, gelar dll.

Jadi pas kita jatuh seengganya ada yang sudah kita hasilkan.

Kenapa Tidak Ucapkan Selamat Natal?

Dulu gw ngucapin selamat natal ke teman teman gw yang beragama Nasrani. Tidak hanya natal tapi juga perayaan lain seperti paskah, dll. 

Tapi sekarang gw sudah lagi tidak mengucapkan hanya karena gw sudah bertambah dewasa dan lebih mengerti siapa diri gw dan apa tanggung jawab gw.

*biasakan baca sampai habis ya* 

Gw tahu ada beberapa perbedaan pendapat antara ulama. Ada yang bilang boleh, ada yang bilang tidak boleh. 

Dengan tema toleransi dan intoleransi yg lagi kental kentalnya di negara ini kayaknya sih dengan kita memilih “tidak boleh” maka kita akan dicap intoleran ya?

Gw pribadi tidak mau mengucapkan. Kenapa?

Karena kita pahami bahwa natal adalah hari lahir Yesus yang dianggap sebagai Tuhan. Kepercayaan ini tidak hanya berbeda, tapi juga bertentangan dengan kepercayaan yang gw anut. 

Jadi kalau gw ucapkan selamat. Tandanya gw menyelamati sesuatu yang salah (menurut kepercayaan gw).

Itu alasan pertama, alasan kedua adalah karena rasa “tidak nyaman”. Misalkan kita punya seorang sahabat dekat. Di sisi lain kita hidup di antara orang orang yang menentang sahabat kita itu. Padahal sahabat kita ini udah baik banget sama kita, terus apakah ketika orang di sekitar kita membuat acara yang menentang sahabat kita itu lalu kita ucapkan selamat ke mereka? Atau ikutan merayakan?

Bayangin deh temen kita ngobrol sama orang lain yang musuhin kita, itu aja  bakal bikin kita jeaolous dan baper berpikir kalau dia udah ga mihak kita lagi.

Tapi kan ini Tuhan. Berbeda dengan manusia. Tuhan ga baperan.

Iya, ini memang bukan tentang apa yang dipikirkan Tuhan. Tapi tentang diri gw pribadi. Gw mau mencoba menghargai apa yang udah diberikan Tuhan ke gw dengan bentuk ini. 

Ini pun hanya sebatas tidak mengucapkan selamat. Toh kenyataannya tidak menghalangi hak hak non muslim untuk merayakan.   Kita membiarkan mereka beribadah, kita membiarkan mereka merayakan. Dekorasi dekorasi di mall dan tempat umum juga kita biarkan ada. 

Kita tetap ramah, tetap baik sama mereka. Apalah artinya mengucapkan selamat kalau kita bisa menerapkan toleransi lebih dari itu?

Baru baru ini nonton sebuah video, seorang uztad asal Zimbabwe bernama Mufti Menk yang memberikan penjelasan menarik mengenai mengucapkan selamat natal.

Not wishing a merry chirstmas, it doesn’t mean muslims insult the christian

Beliau memberi contoh bahwa pun ketika muslim merayakan idul adha, kita tidak perlu mengharapkan penganut hindu untuk mengucapkan selamat. Karena di perayaan itu kita menyembelih sapi yang dipercaya sebagai Tuhan mereka. Jadi apakah kita menganggap penganut Hindu tidak toleran ketika menolak mengucapkan selamat hari raya idul adha? Tentu tidak.. 

Gw ga akan mencap mereka intoleran. Dan gw juga ga akan berharap agama lain mengucapkan. Toh gw bisa merayakan hari raya dengan bebas, nilai nilai perayaannya tetap terlaksana, gw tetap bisa merayakan dengan keluarga tanpa hambatan.

There is big difference in difference of opinion and intolerance. 

Bagi gw toleransi itu adalah membiarkan mereka beribadah sesuai kepercayaan mereka.

Memaklumi kalau jalanan di sekitar gereja, masjid, pura jadi macet karena mereka punya hajat dan punya hak untuk itu.

Membagikan daging kurban ke tetangga non muslim ketika sedang idul adha. 

Membiarkan rekan kerja lain yang cuti karena alasan ibadah atau ingin merayakan hari raya agamanya dengan keluarga.

Tidak sengaja menawarkan hal yang dianggap haram oleh penganut agama lain, seperti menawarkan daging sapi ke agama hindu.

Bagi gw toleransi adalah hal hal seperti itu.

Yang aneh sekarang di Indonesia dibentuk pemahaman bahwa toleransi tandanya tidak masalah berpartisipasi dalam perayaan agama lain. Gw sampai heran ketika melihat beberapa sekolah swasta yang membuat murid muridnya merayakan natal, idul fitri, imlek tanpa memandang apa agama mereka. Itu mau mengajarkan toleransi atau pluralisme?

Dibalik itu semua, tentu ada beberapa muslim yang merasa tidak apa apa untuk mengucapkan selamat natal. Prinsip gw adalah ‘let them be’..  karena semua orang punya alasan masing masing. Contohnya seorang pemimpin yang masyarakatnya terdiri dari berbagai kalangan agama. Sehingga ada kewajiban untuk mereka berbuat adil terhadap masyarakatnya.

Inti dari tulisan ini adalah “Let us be”.. biarkan juga kita yang tetap dengan prinsip tidak mau mengucapkan selamat natal.

โ˜บโ˜บ

Movie Review: Film Horror Indonesia

For every horror movie lover in Indonesia, say yay!!

Di tahun 2017 ini akhirnya banyak rumah produksi di Indonesia yang membuat film horor bermutu.

Ga lagi bokep bokepan.. ga lagi konyol konyolan.

Jujur sebelum tahun ini satu satunya film horor Indonesia yang gw suka itu cuma Keramat. Cerita tentang sekelompok orang yang sedang membuat film di Jogjakarta berakhir hilang karena salah satu tokohnya ada yang terbawa ke alam “lain”.

Menurut gw itu film horor paling berkualitas pada saat itu. Dan sukses bikin gw parno di Jogja selama berhari hari ๐Ÿ˜… 

Nah kali ini gw mau membahas dua film horor yang paling booming di Indonesia di tahu  2017 ini ๐ŸŽ‰ ๐Ÿ‘ป.

PENGABDI SETAN

I am very proud of this movie. Thanks a lot Joko Anwar! You did a great work! 

Dari semua aspek: cara pengambilan gambarnya, plot ceritanya, sama adegan adegan munculin hantunya itu udah bisa disejajarin lah sama film sekelas annabelle, conjuring, dll.

Hantunya juga ngeselin soalnya serem banget, valak mah ga ada apa apanya ๐Ÿ˜….

Konflik ceritanya juga cukup masuk akal dan alur ceritanya ga kelambatan juga kecepetan.

Di tambah pengenalan tokohnya lumayan ngena. Karena semua dapat peran khusus masing masing. Kalau kita compare sama annabelle creation, ceritanya dominan di tokoh tertentu aja.

Walaupun di bagian ending jadi kayak semacam nonton The Walking Dead. Sekumpulan pocong yang entah kenapa tau tau bisa jalan dan nyerang manusia  secara berkelompok make it less scary. 

Tapi yang jelas film ini bikin gw tidur ga matiin lampu selama seminggu.  Serem rek, kebayang bayang sama si ibu.

Eh ini kayaknya kategori bagus apa engganya itu tergantung bikin gw parno apa engga deh haha.

Film ini udah pasti ada sequelnya. Karena di akhir ceritanya ngegantung. Kalau film Indonesia sih biasanya ceepet ya.. moga moga aja tahun depan kita udah bisa nonton Pengabdi Setan 2.

.
KELUARGA TAK KASAT MATA

Credit: Dagelan.

Ini ceritanya diadaptasi dari kisah yang ada di kaskus. Gw baca ini sekitar satu atau dua tahun lalu. Itu juga beraninya baca pas di kantor. Ga berani gw baca di rumah.

Menurut gw cerita di kaskus itu udah pas banget, masuk akal dan ga keliatan mengada ngada.

Bagaimana setelah diubah dalam bentuk film?

Dari segi setan lumayan lah bikin deg degan dan bikin kaget.

Tapi buat yang udah baca kaskusnya pasti cukup kecewa dengan film ini..

Karena filmnya sengaja dibuat beda dengan kenyataannya. 

1. Di kaskus ga ada tokoh Andrea. 

Menurut gw ini akar permasalahan ceritanya jadi melenceng jauh. Karena si andrea ini dibuat kayak korban yang dimanfaatkan oleh hantu hantunya buat bisa nyambung dengan Genta si tokoh utama. Tapi tokoh andrea ini bikin jadi seolah mereka diganggu secara berlebihan..ga sama dengan cerita di kaskus.

2. Tokoh Rere seharusnya ga semisterius cerita di fim. 

Memang rere itu diceritakan punya mata batin yang lebih kuat dari Rudi (temen kantor genta), tapi kejadiannya dia cuma keliling rumah dan nyeritain satu persatu yang dia liat. Sampai akhirnya pas dia sampe ke ruangan yang pintunya ga boleh di buka, dia bilang “udah ya aku pulang, yang disini aura nya jahat banget”.  Jadi rere cuma muncul sebatas itu. Tapi di film dibuat seolah Rere belajar ilmu misterius dan tau tau dia dibuat hilang .. bahkan di akhir kredit film dia diceritakan kalau ga pernah ada kabar semenjak kejadian itu. Kalau yang baca kaskus pasti tau itu dibuat buat.

3. Konfliknya ga seserius itu.

Memang mereka diganggu sama berbagai macam hantu, tapi yang jahat itu ya cuma yang di dalem ruangan ga boleh dibuka. Dan kalau cerita di kaskus aktifitas pekerjaan mereka berjalan seperti biasa. 

Ditambah durasinya yang singkat 70 menit, jadi semuanya dipepetin di bagian hantu hantunya aja. Ga pake prolog prologan.

Sebenernya kalau mau, ga usah dipaksa bikin film hantu macem Pengabdi Setan kayak gini. Filmnya bisa dibuat kayak The Sixth Sense. Jadi ga perlu maksa mengubah ngubah dari cerita aslinya di kaskus.

4. Pesannya belum tersampaikan.

Inti dari kisah ini kan pesan yang ingin disampaikan oleh Nenek Bermukena lewat Genta. Pesan utamanya adalah bagaimana pun kondisi hidup jangan sekali kali minta tolong sama iblis. Nah ini gw ga tau apakah film ini ada kelanjutannya apa engga. Harus nya sih ada ya.. karena banyak banget yang menggantung. 

5. Keganggu banget sama sound effectnya

Banyak banget sound effect yang ga  pada tempatnya. Apalagi pas adegan kaget, udah kayak sound effect film Terenovela, untung ga disambung sama kamera maju mundur. Terus ketika munculin suara hantu juga terlalu dibuat buat dan ga real.
Ko malah jadi banyakan kekurangannya  ya  ๐Ÿ˜….

Salahnya sih film ini keluar setelah Pengabdi Setan, jadi mau ga mau ya orang pasti compare. 

Tapi mungkin kalau belum baca cerita kaskusnya, film ini acceptable.

Gw sih berharapnya ini ada sequelnya biar ga ngegantung. Pesannya kan belum tersampaikan. Kalau ceritanya di kaskus sih ini bakal digangguin terus kalau masih ada yang ngegantung  ๐Ÿ˜„.
Demikian review gw terhadap film horor di Indonesia tahun 2017. 

I still say Yaaay.

Cant wait another ones to come.