Mengapa Ragu Membela Palestina?

Kita sudah terlalu banyak mendengar konflik agama di Negara kita ini. Ajaran agama yang saling bersebrangan membuat satu sama lain menjadi kontra dan sulit untuk mentolelir ajaran agama lainnya..

Kalau kita tarik kaca mata kita ke scope yang lebih besar, Palestina adalah saksi dari pertentangan agama terbesar yang terjadi di dunia.

Mereka Israel, yang berpenduduk mayoritas Yahudi tidak pernah puas memperluas area mereka dan menjajah Palestine. Dikarenakan mereka yakin itu adalah hak yang diturunkan untuk Yahudi melalui Nabi Musa (Moses).

Sementara umat islam yang meyakini bahwa Jerusalem adalah tanah suci yang memiliki banyak sekali histori islam akan terus menjaga teritorialnya sampai titik darah terakhir.

Jauh sebelum dekade ini, umat Nasrani juga memuliakan tempat ini karena dekat dengan Bathlehem tempat dimana Nabi Isa dilahirkan.

Demikianlah Palestina merupakan tempat berkumpulnya tiga agama besar di dunia.

Saat ini kita sama sama menyaksikan bahwa tentara Israel sedang berusaha menguasai Al-Aqsa. Selepas sholat Jumat, muslim diusir dan tentara Israel memasang metal detector di Masjid. Ribuan masyarakat Palestine tentu tidak tinggal diam dan memaksa Israel untuk melepas metal detector di sekitaran Masjid. Namun pihak Israel tidak mau melepaskan, karena apabila dilepaskan itu akan menjadi kemenangan bagi Palestine.

Konflik Israel – Palestine sudah berlangsung sangat lama, seolah ini tidak akan ada akhirnya sampai Allah mengkehendaki demikian.  Israel tidak akan pernah mau menyerah dan berdamai.

Keberingasan orang Yahudi sudah diperingatkan melalui fakta sejarah bahwa Yahudi adalah sekelompok orang yang memiliki otak cerdas namun tidak mempunya tempat tinggal. Sehingga yang mereka lakukan adalah menjajah umat lainnya. Ini juga sudah disebutkan bahwa kebencian umat Yahudi kepada umat Islam tidak akan pernah padam. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam kitab suci Al Quran.

Masjid Al Aqshaa.

Masjid yang kita lihat sedang dikuasai oleh pasukan Israel ini memiliki makna mendalam untuk umat muslim.

Masjid ketika nabi melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj, naik menembus Sidratul Muntaha.

Masjid kedua yang didirikan oleh Nabi Yaqub A.S. yang dikenal sebagai Bapak Bani Israel. Sungguh sedih kah beliau jika tahu bahwa keturunannya berbelok dan melakukan hal sekeji ini.

Masjid yang kemudian direnovasi oleh Nabi Daud dan disempurnakan oleh Nabi Sulaeman, menempatkan Masjid ini sebagai masjid kedua yang dibangun di bumi.

Abud Dzar R.A. menanyakan kepada Rasul, tentang masjid yang dibangun di muka bumi, Rasul menjawab : “Masjid Al-Haram”, “Selanjutnya Masjid apa?”  Rasul menjawab “Masjid Al-Aqsa”.

Masjid yang menjadi kiblat pertama bagi orang muslim sebelum Rasulullah berdoa kepada Allah agar memindahkan Kiblatnya, dan dikabulkan oleh Allah, yang kemudian berpindah ke Ka’bah, Masjid Al Haram.

Masjid yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk dikunjungi setelah Masjid Al Haram Mekah  dan Masjid Nabawi Madinah.

Masjid yang dimuliakan dan diberikan namanya langsung oleh Allah SWT sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran Surat Al Isra,ayat 1.

“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam di Masjid Al-Haram ke Masjid Al Aqsha yang diberkahi sekelilngnya untuk Kami perlihatkan tanda tanda kekuasaan Kami.” (QS Al Isra 17:  1)

Masjid yang menjadi saksi banyaknya perpindahan kekuasaan, dan pernah dibebaskan oleh Khalifah  Umar Ibnu Khattab. Dimana setelah nya Syaidina Umar menyelamatkan kaum Yahudi yang terasingkan untuk masuk ke Jerusalem, dan membentuk perjanjian damai agar semua orang dapat beribadah sesuai agamanya dengan damai.

Masjid yang juga menjadi saksi dimana perjanjian itu dilanggar dan terciptanya perang Salib dimana ribuan umat muslim dibantai oleh tentara Nasrani  dan kemudian dibebaskan kembali oleh panglima perang Islam, Salahuddin Al Ayyubi. Tidak hanya dengan Jihad perang, namun juga jihad secara pendidikan dan moral.

Bisa kita simpulkan saat ini bukanlah kejadian yang pertama. Begitu banyak Khalifah yang berjuang demi kebebasan Masjid Al Aqshaa.  Lalu kenapa masih ragu untuk membela Al Aqsa sekarang? Kenapa ragu membela Palestine?

Padahal kita ketahuai bersama bahwa Palestina juga merupakan Negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.  

Melawan Israel

Ada banyak kisah menarik tentang perang pada masa Khalifah Islam, salah satunya adalah ketika seorang ulama besar Islam pergi berdakwah ke wilayah Jordania, pada saat itu mereka melakukan solat subuh berjamaah. Tiba-tiba seorang tentara Israel mengintip mereka lalu kemudian pergi, sang ulama menghampiri dan menanyakan apa yang sedang dia lakukan.

“Saya hanya ingin melihat berapa umat islam yang hadir saat solat subuh di masjid. Di dalam kitab Taurat tertulis jika jumlah umat islam yang hadir solat berjamaah pada waktu subuh sama dengan jumlah jamaah yang hadir pada saat solat Jumat,  maka saat itu Israel akan hancur”.

Demikian kaum Yahudi tidak takut dengan pedang, meriam, atau senjata lainnya. Hanya takut dengan Sholat Subuh berjamaah. Mengingat kisah ini, maka mulialah para pemimpin yang mengajarkan warganya untuk senantiasa solat Subuh di Masjid.

Kisah menarik lainnya, yang juga merupakan kisah favorit adalah kisah perang yang dipimpin oleh Tariq Bin Ziyad di Andalusia. Saat itu pasukan Tariq telah melewati selat Gibraltal untuk melawan 25.000 pasukan Goth yang mana pasukannya sendiri hanya berjumlah 7000 orang. Siapa yang tidak takut jika dihadapkan dengan musuh yang jumlahnya sampai tiga kali lipat pasukannya sendiri?

Namun ketika sudah sampai di tepian, Tariq memerintahkan pasukannya untuk membakar seluruh kapal mereka, kemudian Tariq Bin Ziyad menyerukan kepada mereka:

“Tidak ada jalan melarikan diri. Laut di belakang kalian, musuh di depan kalian. Jika kalian memilih mundur dan berenang di laut, apabila kalian hidup kalian akan hidup dalam keadaan hina, apabila kalian mati kalian akan mati dalam keadaan sia sia. Namun jika kalian memilih maju melawan musuh, apabila kalian hidup kalian akan berada dalam kemenangan, apabila kalian mati kalian akan mati dalam keadaan Syahid.”

Luar biasa Tariq Bin Ziyad memotivasi pasukannya yang pada akhirnya seluruh pasukannya maju berperang dan meraih kemenangan.

Memang dalam melakukan perlawanan persenjataan, dan saling menyerang bukan lah hal terpenting. Namun yang terpenting adalah semangat jihad yang dicontohkan oleh orang orang Mulia sebelum kita. Hanya dengan melakukan itu lah Palestina dapat meraih kemenangan.

Now Palestinians is prisoners in their own homeland 😦

But Masjidil Al Aqsa is not only their home, it is also our home.  Shouldn’t we seat tight and pretend to not care with the conflict we face?

Kisah di atas tidak terlepas dari peran seorang pemimpin yang mulia, yang cerdas dan mau berjihad. Dalam bentuk apapun. Ya, dalam bentuk apapun.

Kita adalah umat islam terbesar di dunia, jumlahnya mengalahkan jumlah penduduk islam di Timur Tengah jika disatukan.

So.. Dear Our beloved President, please do something.

 

Free Talk #3

​Tanggal 20 Juli yang lalu dikabarkan telah meninggal dunia seorang vocalis rock band ternama, Chester Bennington.
Kejadian itu bersamaan dengan ditutupnya masjid Al Aqsa Palestine yang menimbulkan kerusuhan dan korban jiwa.

Namun “tampaknya” kematian vocalis yang bunuh diri tersebut menyita lebih banyak berita di seluruh dunia, ketimbang dengan berita penutupan masjid Al Aqsa.
Dan tidak sedikit orang yang memprotes kekecewaannya terhadap reaksi massa tersebut. Lantas kita pun banyak menemukan status yang seperti ini:

“Dunia lebih berduka dengan penyanyi yang bunuh diri dibandingkan dengah jutaan rakyat Palestine yang dikepung oleh tentara Israel.”

Gw  sebagai orang yang hanya bisa duduk di belakang laptop terus terang merasa status seperti itu sama sekali tidak perlu disebar.

Kenapa?

Dont get me wrong.
Gw sangat marah dan terpukul dengan keadaan yang menimpa Palestine. Bukan hanya mereka adalah saudara kita, tapi Al Aqshaa adalah rumah kita semua warga muslim. How dare israeli army claim that place and do not allow muslim people enter our holy mosque???

Tapi kondisinya sekarang..
Menurut gw meninggalnya Chester adalah hal yang berbeda dengan kejadian di Palestine. Itu tidak bisa dicompare apple to apple.

Mereka yang mengenal Chester dari kecil tentunya punya hak untuk merasa sedih dan menyayangkan apa yang menimpa idolanya itu.

Terlepas bagaimana cara meninggalnya. Apakah kita pantas mengkritik orang yang sudah meninggal? Apakah kita tahu seberapa desperatenya dia sebelum memutuskan untuk gantung diri? Apakah kita ambil bagian untuk meringankan bebannya? I know, pertanyaan ini konyol. Tapi pointnya adalah: Hey dia bukan siapa siapa. Dia itu hanya manusia biasa. Jutaan orang meninggal di hari yang sama. Kalau orang terdekat kita jadi salah satunya apa kita masih bisa berpendapat seperti itu?

Yang perlu kita tahu: tidak semua orang yang sedih atas meninggalnya Chester tidak peduli dengan keadaan Palestine.

Lagipula berita Chester nanti akan hilang dengan sendirinya namun berita tentang Al Aqshaa akan tetap terus berjalan dan masih membutuhkan perjuangan. Oleh siapa? Tentu oleh kita.

Lain halnya kalau kamu muslim, terus kamu menangisi chester tapi tidak menangisi apa yang terjadi di Palestine. Itu baru ada yang eror sama hati kamu.

Tulisan ini sebenarnya adalah sum up dari beberapa kejadian dan status serupa sebelumnya.

Kira kira seperti ini, apakah perlu berdakwah mengenai bunuh diri , hukum ucapan R.I.P (rest in peace), hukum mengidolakan kafir, di timing yang bersamaan dengan kejadian ini? Lalu dikait kaitkan dengan Chester?
Tidak bisa kah menunggu sampai beritanya reda?
Ini ironis.. kita meminta seluruh dunia untuk care terhadap muslim yang teraniaya, namun kita nyinyir dengan kematian non muslim di belahan dunia lain.

Padahal ada opsi lain yang bisa kita lakukan dan lebih mengarah ke positive reaction: yaitu mengkampanyekan agar para muslim tidak ada yang bernasib sama seperti dia. Do not suicide! 

  1. Ceritakan masalah agar tidak dipendam sendiri,
  2. Yakin bahwa Allah bersama kita dan tidak akan menimpakan beban yang melebihi kesanggupan kita.
  3. Selalu berdoa dan tidak putus asa.

Jangan:

  1. Bunuh diri adalah perbuatan haram. Percuma didoakan. 
  2. Mereka yang tidak mengenal Allah tidak akan damai. Jangan ditulis RIP.
  3. Jangan mengidolakan orang yang melakukan perbuatan tercela …  seperti Chester misalnya.

Yang mana semua orang bisa mengambil kesimpulan, ini pasti nyindir si ini. 

Tentu point point yang paling atas jauh lebih damai dan mulia untuk dilakukan, kan? 

Kita bebas menyuarakan dakwah bahwa suicide itu terlarang, tanpa harus mencela orang yang sudah meninggal.

Sama halnya kita bisa bersuara keras menyebarkan berita tentang Masjid Al Aqshaa, menggalang dana, mengadakan demonstrasi , dan mendoakan mereka tanpa harus mengaitkan dengan kematian Chester.

Mari bersama sama menjadi muslim yang santun. Buang status dan ajakan yang tidak penting. Fokus dengan masalah yang dihadapi saat ini. Buktikan bahwa kita adalah agama yang terbaik.

Berhenti Berdebat Tentang Jesus Christ!

Ada banyak hal yang membuat gw gerah di media sosial. Salah satunya adalah melihat sebagian orang arguing mengenai siapa sih Jesus itu?

Beberapa waktu lalu gw main ke toko buku dan melihat salah satu buku edukasi di bagian buku import, judulnya adalah “Who was Jesus?”. Sebenernya gw agak sedih ngeliat buku ini ada di bagian edukasi general, bukan di bagian buku religi. Gw cek sinopsis belakangnya pun seperti ini.

Gw berharap semoga aja konten isinya berimbang baik dari sudut padang Jew, Christiant, dan Muslim.

Sebenarnya yang mau gw bahas adalah banyaknya orang Kristen yang merasa agamanya sudah dihina terkait ini.
Well berangkat dari kasus penistaan agama oleh Ahok, mereka Ahokers yang menganut agama Kristen seolah menyerang balik dengan: “kita aja udah sering agamanya dihina sama muslim tapi ga pernah gugat”.

Tampaknya mereka sudah tau kalau umat islam berpendapat:
1. Jesus itu muslim dan menyembah Allah.
2. Kitab Injil sudah banyak yang dirubah rubah dan aslinya sengaja disimpan di Vatican.
3. Bukan Jesus yang disalib tapi Judas.

Gw berharap banget ada umat Kristiani yang membaca ini, especially mereka yang menganggap agamanya sudah dinista.

Well, pertama yang perlu kalian tau adalah wajar kalau ajaran agama itu saling bersebrangan. Karena setiap agama itu ga sama. Iya ga sama.

Dan kenapa umat islam yakin dan kekeuh dengan ajaran agamanya karena kita YAKIN kedudukan agama kita adalah yang tertinggi dan agama kita adalah YANG PALING BENAR.
Kalau kita ga punya mindset seperti itu, buat apalah kita memilih memeluk agama ini?
Buat apalah kita berbondong bondong ke masjid mencari ilmu? Kenapa ga ke gereja saja, atau ke wihara atau ke pura.. kalau memang toh semuanya mengajarkan hal yang menurut sebagian orang yang mengaku dirinya toleran semua itu benar dan sama.

Perlu kalian ketahui kalau 3 point di atas itu ada di kitab suci kami Al Quran, dan itu bagian dari kepercayaan kami. Kalau kami tidak percaya akan hal itu, kami bukan muslim.. karena salah satu rukun iman adalah Nabi dan Rasul, yang tandanya kita harus beriman pada kisah nabi kami Isa A.S. yang mana dikenal juga sebagai Jesus. Dan rukun iman yang lain, yaitu Al Quran, kita harus percaya surah 4 An-Nisa ayat 157, 159, dan 171.

Keyakinan kami suatu hari nanti Nabi Isa akan kembali dan menjelaskan semuanya, tapi pada saat itu sudah mau kiamat jadi amal ibadah sudah tidak diterima. Mau masuk islam pada saat itu juga sudah ga bisa. Makanya kita keep mindset itu agar kami tetap islam dan masuk surga.
Dan injil adalah salah satu kitab Tauhid yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Isa A.S.  Adapun perbedaan muslim dan kristen pada jaman sekarang adalah karena adanya beberapa editan dan perbedaan tafsir oleh para pendeta kristen.
Sekali lagi, tentu itu menurut keyakinan kami.
Kalian yakinnya apa, ya itu terserah kalian. Tapi tolong bangeet jangan berantem karena hal ini lagi. Kasihan anak cucu kita bisa tersesat,  kalau solusinya cenderung diarahkan ke mixing agama (cari jalan tengah) yang berujung ke pluralisme. Muslim bukan, Kristen bukan.. ra jelas.

Jadi itu semua sama sekali bukan penistaan. Malah kami juga bisa bilang kalian yang menista ajaran agama kami kan karena itu? Kalo mau gitu mah jadinya lempar lemparan aja terus ga akan ada abisnya. Soo.. clear ya.. jangan didebatin lagi, sumpah gw gerah liatnya.

Kalau masih sulit untuk menerima, saran gw kalau ada link ceramah baik di fb, youtube atau apapun mending ga usah dibuka deh daripada ga bikin adem dan malah bikin sakit hati. Gw aja ga pernah kepo buka ceramah agama lain 😉
Kalau ada yg nulis di wall fb pun gw lewatin aja. Just keep scrolling.
Unless you have doubt with your faith, do not ever open other religion stuff.. simple kan yaa..

Namun di balik semua itu, kita juga tau banyak umat agama kristen dan lainnya yang juga menghormati ajaran agama islam. Kita sangat berterimakasih atas ituu.. you are the best! ❤
Semoga yang lainnya bisa mengikuti dan kita semua bisa hidup rukun.

Maaf kalau kiranya tidak berkenan. Salam damai ✌.

Believe a Little Less Each Day? Read This.

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya”

​Di atas adalah kutipan surah Al Kahfi ayat 7. Ayat ini sangat lah spesial di minggu ini. Kenapa?. karena rasanya Allah say it directly to me.
Jadi ceritanya akhir akhir ini rasanya hampir menuju putus asa. Kalau melihat orang-orang sekitar ko kayaknya mereka gampang banget dapetin apa yang gw mau saat ini.. Sementara gw berasa kayaknya susah banget dan ujiannya banyak banget.
Padahal notabenenya.. mohon maaaf >.< .. mereka masih suka minum minum, clubbing, dan solat pun jarang. Ya memang wallahualam sih apa yang udah mereka lakuin ketika ga di depan orang lain, kan kita ga tau juga. Tapi ya tetep aja .. minumnya itu aja kan udah bikin sholat ga diterima selama 40 hari 😦
Dari situ mulai berpikir.. apa gunanya sih kita doa terus menerus kalau memang orang lain mendapatkannya dengan mudah? Padahal usaha ibadah kita mungkin lebih banyak dari mereka. Bahkan sempat ada pikiran negatif terhadap Allah SWT.. ya Allah maaaaf 😥
Dan juga negatif terhadap diri gw sendiri.. apa gw jauh lebih parah ya dari mereka? Tanpa gw sadari :((

Di malam kemarin selepas isya , iseng kepoin instagram orang orang yg dimaksud di atas. Berjuta pikiran negatif pun muncul. Believe me, ini udah bener bener usahaa banget buat tetep positive thinking. Tapi susah bangeet bro.. ini pun baru sekarang gw bisa share, karena gw cuma pingin berbagi positive vibe aja di semua tulisan gw. Nunggu jadi positif dulu baru bisa sharing.

Di tengah surfing alias kepoing instagram orang orang,   ga lama kemudian muncul lah poped up notification dari Muslim Pro dan notifikasinya adalah ayat ini.

Gw sempet bingung. Ini baru banget install muslim pro.. which is ini ayat pertama yang muncul di hp gw. Gw bahkan belum tau cara settingnya gimana.

Di ayat itu disebutkan Allah menjadikan PERHIASAN di bumi, yang dimana maksudnya adalah hal hal indah  selama kita hidup di dunia.. rejeki dalam bentuk uang, jabatan, kesehatan, anak, dll ..

Dan perhiasan itu adalah UJIAN untuk mengetahui siapa yang lebih baik di antara kita.

Jadi kesimpulannya.. hanya karena kita dikasih banyak sama Allah, bukan berarti itu karena kita lebih baik dari orang lain.

Teringat salah satu sesi tanya jawab Dr. Zakir Naik. Si penanya adalah orang nasrani dan beliau tertarik dengan islam namun masih merasa ada yang mengganjal: “Kalau memang islam adalah agama yang paling benar, kenapa kalau saya berdoa tetap dikabulkan?”

That’s a very good question, sista..

Disitu Dr. Zakir menjelaskan bahwa kalau doa kamu terkabul, bukan berarti kamu menyembah pada Tuhan yang benar. Justru di situlah ujiannya, kita harus mencari tau jalan mana yang benar. Kalau setelah kita dapat, masih juga salah tandanya kita tidak lulus ujian.

Sama halnya dengan kasus yang gw hadapi. Apa yang kita dapat itu sebenarnya adalah ujian.. setelah itu ya usaha kita mau bersyukur dan menjadi lebih baik.. atau malah lupa bersyukur dan tetap melakukan kesalahan .
Karena memang ujian kebahagiaan itu sebenarnya lebih sulit daripada ujian kesedihan.
Kalau kesedihan.. dengan mudahnya kita pasti ingat Allah.
Ya doa memang lebih dekat dengan air mata daripada dengan tawa.

Alhamdulillah terjawab di saat yang tepat.
Apa yang gw alamin setelah terima ayat ini sama kayak pembicaraannya Robin sama Ted di How I met Your Mother.

Ted:  It just everyday I believe a little less, and a little less and a little less and that sucks.

Robin:  You are Ted Mosby, you start believing again.

Yes now me too. I am Fina, I am a muslim.. I always start believing again.. 🙂

Tentang Makanan

20170416_135708

Piring di atas itu sebelumnya diisi sama Chicken Cordon Bleu and Spagethy Agio Olionya Tamani.

Fyi..this is my favorite meal in Tamani Restaurant.

Foto di atas diambil di saat saat makanan udah mau habis dan gw berjuang keras untuk ngabisinnya. Porsinya banyak banget dan gw udah super full. Sampe gw bolak balik naro sendok.. megang hp.. ngobrol baru bisa lanjut nyuap. Pokoknya makannya harus habis.

….

Beberapa bulan lalu ketika media sedang marak terkait perang di Suriah beredar satu video yang menampilkan interview anak  korban perang di Suriah sana. Terlihat anaknya sekitar 6 – 8 tahun, arab ganteng terlepas dari mukanya cemong sama debu. Matanya juga sayu dan terlihat pucat.

Di awal video kameramennya menanyakan ke anak itu “Kamu lapar atau tidak?”
Si anak menjawab “iya lapar” kemudian video itu menjelaskan bahwa dia sudah ga makan 2 hari terakhir. Kalau sekarang dia pinginnya makan roti dan sudah lama sekali tidak makan itu. Puncaknya ketika anak ini ditanya:

“Jadi kamu makan apa sekarang ini?”

“Rumput”
Sejenak timbul keheningan ..

Iya anak ini makannya RUMPUT selama perang. Bukan roti, bukan nasi, bukan mie dan bukan apapun yang biasa kita makan di rumah.

Subhanallah..

This video really really broke my heart.
Gw ga kebayang kalau itu terjadi sama kerabat gw.. atau diri gw sendiri.
Gw mencompare kehidupan gw yang bangun pagi mau makan roti udah ada di meja.
Atau kalau kelaperan tengah malem bisa jalan ke dapur nyari nasi sama lauk.. atau sepait paitnya masih bisa masak mie instant.

Gw kayak mau masuk ke dalam layar terus meluk anaknya..kasih roti yang banyak biar dia makan.

Rasa sedihnya kebawa sampai beberapa hari setelahnya.. tiap gw mau mau mulai makan rasanya kayak mau nangis inget anak itu.

Dan setelahnya kondisi itu banyak dibumbuin dengan berita kelaparan di Somalia dan Africa yang udah terjadi dari dulu tapi gw baru tersentuh sekarang.
Dulu mungkin cuma bilang “kasian ya” .. but now I am going to other level of sympathi.

Semakin terasa ketika lihat video lokal dengan opening “Apakah kamu suka foto makanan yg kamu makan?” Kemudia video itu menampilkan foto makanan dari berbagai profesi.. dari mulai tukang parkir sampai tukang jahit keliling.
Ada yang cuma makan nasi plus tahu.. ada yang cuma makan nasi plus garam.

….

Balik lagi ke Cordon Bleu.
Itu lah sebabnya gw berusaha sebisa mungkin buat ngabisin makanan.
Gw teringat selama ini gw hidup udah enak. Semua makanan enak bisa gw beli kalau memang mau. Kalau gw nyisain makanan, kebayang jumlah segitu aja bisa bikin temen temen di Suriah sana atau orang orang dengan profesi yang gajinya kecil bisa seneng banget kalau makan itu.

Disamping masalah gw ga bersyukur, If I throw my food away, gw merasa sangat angkuh karena membuang hal yang segitu berharganya buat orang lain.
Rasanya kayak gw buang makanan di depan muka mereka langsung.

Berangkat dari situ gw mulai bertekad ga akan menyisakan makanan lagi.

Teringat kondisinya dulu gw suka banget nyisain 2 atau 3 sendok karena takut gemuk ..padahal 2 atau 3 sendok ga bakal segitu signifikannya kan. Itu kayak cuma memformalkan “gw lagi diet lho” .
Malah sometimes gw merasa orang yang nyisain makanan itu cuma buat ngejaga biar dirinya ga dibilang ‘rakus’.

Di masa perjalanan bertekad untuk ngabisin makanan ini, suka banyak komentar orang disekitar  kayak “laper mba?” atau “wih fina makannnya abis ga ada sisanya” .. agak tersinggung sih gw. Terkesan kayak gw udah ga makan tiga tahun trus begitu liat makanan kalap.
Padahal sebenernya itu gw lakuin untuk mengapresiasi temen temen disana yang kondisinya lebih susah.
Memang tampaknya pemikiran kayak gini masih belum bisa diterima oleh lingkungan sekitar..karena mereka masih melabeli gw dengan kata lebai.
Pernah gw ngeliat berita kalau di Indonesia ini jumlah makanan sisa nya paling banyak di dunia. Dengan kata lain orang Indonesia hobi banget nyisain makanan. Beda sama orang Jepang contohnya, yang kalo makan piringnya bersih tanpa ada yg komen “laper mba?”.

Trust me. Ngabisin makanan itu juga sebenernya ga mudah apalagi dalam kondisi kenyang dan ga napsu makan. Makanya gw rela spare extra time di kantin buat pelan pelan ngabisin. Malah sejauh ini gw lebih sering makan ga pake nasi supaya bisa ngabisin semua lauknya. Atau kalau perlu lauk yang gw ga mau makan gw kasih lagi ke mba katering pas lagi ngambil tray makanan. Terlepas dari apakah makanan itu dibuang sama pihak katering at least udah lepas dari tanggung jawab gw.

Menurut gw kampanye menghabiskan makanan ini penting.  Tapi entah kenapa belum banyak orang yang memulai di Indonesia. Biarlah gw yang mencoba menulis ini di blog gw..kali kali ada yang tersentuh dan sadar.

Berikut tips untuk mengindari makanan sisa:
1. Jangan ambil makanan yang kita ga yakin mau ngabisin apa engga. Kalau ga yakin mendingan ga usah pesen atau ambil.

2. Kalau makan di restoran biasain makannya rapih.. jangan dicampur aduk. Biar kalo ada sisa bisa dibungkus. Terserah mau dimakan kapan atau mau dikasih ke orang pinggir jalan juga boleh.

3. Jangan KALAP cuma karena laper mata. Pesen satu satu.. kalo masih laper baru pesen lagi yang lain.

4. Pelajarin lifetimenya bahan makanan. Biar pas belanja di pasar jumlahnya disesuain dan ga perlu ada makanan kebuang karena udah jelek.

Dan yang paling penting adalah ingat MEREKA yang hidup susah. Hargain mereka.
Kita boleh pingin kurus.. tapi mereka naikin ke gizi minimal aja udah susah.

Lets change the way we think, untuk jadi lebih baik di lingkungan yang lebih baik.

Salam! ❤

Banjir di KIIC

Foto yg paling atas diambil pas lagi nyetir di Perumnas Kerawang. Jadi kemarin luar biasaa hujan badai. Di perumnas ini udah berasa banjir, awalnya orina masih kuat karena di gas terus pelan-pelan. Pas sampe di KIIC jalanan hampir ga keliatan jadi ga tau genangannya seberapa dalem. Nekad nerusin orina jalan ke depan. Ternyata airnya tinggi banget 😢. Kedengeran suara mesin makin lama melemah sampe akhirnya mati total 😭😭. Udah matiin mesin nyalain lagi, starternya mandek. Coba pindah gigi sempet gabisa krn brake pedalnya ga mau diinjek. Kalo nurunin hand brake, orinanya  mundur kebawa banjir 😢.Sedih banget, langsung nelpon temen kantor nangis nangis minta disamperin. Tapi apa daya akses kesana semuanya banjir jadi dia juga butuh perjuangan besar buat sampe kesini, ga bisa cepet.

Bagian paling sedih adalah ketika terjebak banjir dan udah nglakson berkali kali, security pabrik terdekat cuma liatin sambil megang payung 😢😭.  Butuh waktu lama sampe akhirnya security KIIC dateng dan bantuin dorong ke tempat aman.
Abis itu selang 20 menit dendy, nizar dan mas asep akhirnya nyampe dengan hilux yg udh bodo amat dibawa ga pake izin kantor. Alhamdulillah setelah coba digas terus terusan, airnya mau keluar dari muffler. Orina bisa jalan normal lg :’)
Baru tau ternyata di depan tmmin airnya lebih tinggi lagii. Se hood nya avanzaa doong 😱. Tapi Alhamdulillah udah surut sih menjelang magrib.. Alhamdulillah juga tadi ga lama lama di perumnas, bisa bisa ga pulang sampe besok 😅. Makasih semua teman teman yg bantuin dan care nelpon nanya kondisi ❤
Kaget baru kali ini liat KIIC banjir. Semoga ga berulang lagi dan mobil yg ada digambar ga kenapa kenapa yaa 😭

Belum Selesai Sampai Disini

Banyak orang yang bilang kalau alasan mereka belum menggunakan hijab adalah karena masih belum yakin dirinya bisa menjadi lebih baik. Banyak orang yang menyangka kalau pakai hijab itu hatinya harus pada saat sudah bersih.
Makanya banyak komentar seperti “pakai jilbab kok kelakukannya gitu”, “pakai jilbab kok bajunya ngetat”, “pakai jilbab kok pacaran”.
Padahal dari apa yang gw alami, yang namanya hijrah itu tidak lompat ke step yang paling atas. Pasti ada prosesnya.

Ibaratnya usaha pakai hijab itu seperti kita mau naik tangga ke gedung pencakar langit.

Katakanlah membalut kepala dengan krudung dan memakai baju panjang itu ada di lantai dasar.

Lalu kemudian sadar bahwa aurat bukan sekedar kulit, tapi juga bentuk. Naik lah kita ke lantai satu yaitu tidak memakai pakaian yang membentuk badan.

Selanjutnya ingat bahwa kaki juga aurat, mulailah naik ke lantai dua untuk memakai kaos kaki kemanapun dan apapun sepatu yang kita kenakan. Mau itu wedges, high heels, pokoknya kaos kaki tetap dipakai.

Kemudian tersadar bahwa pakai jilbabnya masih menerawang, mulailah pakai jilbab yang tebal, dan naik ke lantai tiga.

Dan mulai lagi naik ke lantai empat ketika mulai menghilangkan punuk unta dibagian kepala. kuncirannya agak diturunkan agar tidak membentuk. Kalau perlu potong rambut secukupnya agar tidak terlihat bentuknya dari luar.

Belum selesai sampai disitu, krudung yang dilipat lipat ternyata tidak sempurna menutupi dada. Naiklah kita ke lantai lima, menggunakan krudung yang panjang menutupi dada.

Lalu sudah selesai kah? 

Belum 🙂  

Perjalanan masih panjang sampai menjadi wanita yang sempurna.

Dan jarak tempuh antar lantai berbeda beda untuk setiap orang. Yang jelas semua harus dilakukan dengan ikhlas dan kemauan untuk menjadi lebih baik di mata Allah.

Jangan mudah puas dengan apa yang sudah kita lakukan, jangan jadi sombong dan memandang rendah orang lain, karena sebenarnya kita pun masih punya banyak tangga yang perlu dilalui.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya.” [QS Al Baqarah: 286] 

..

Muslim yang Kian Berbeda Pendapat

Belakangan ini banyak terlihat adu pendapat tentang kafir mengkafirkan seseorang.Berawal dari hal besar sampai hal paling kecil sekalipun. Berikut peredaran berita yang hangat dibicarakan baru baru ini:

  1. Memilih pemimpin non muslim adalah haram
  2. Mengucapkan selamat hari raya ke non muslim adalah haram.
  3. Gay pasti masuk neraka.
  4. Merayakan valentine adalah haram.
  5. Syiah dan Islam Nusantara adalah ajaran sesat, mereka bukan islam.

Banyaknya posting posting di medsos yang mengundang banyak argumen dari berbagai kubu. Ga usah repot repot membedakan kubu berdasarkan orang yang melakukan dan tidak melakukan (contoh: pelaku gay itu sendiri dan muslim yang mengatakan gay itu dosa), ternyata yang lebih ramai itu justru debat antara sesama muslim. Ya, muslim yang keras, dan muslim yang mencoba berbaur.

Muslim  yang keras adalah muslim yang kekeuh dengan ajaran agamanya. Prinsipnya bumi ini milik Allah, ga perlu minta izin untuk menyuarakan nilai islam seluas luasnya.

Sementara  muslim yang mencoba berbaur adalah muslim yang maunya hidup adem ayem berdampingan dengan orang yang ‘salah’ sekalipun. Ga mau dianggap extreme.
I would not say in which group I stand..

dan gw juga ga akan bahas mendalam mengenai hukum islam disini.

Tapi sejujurnya gw agak lelah dengan argumen argumen para muslim yang mencoba berbaur. Contohnya postingan dibawah ini:
  

Postingan  di atas tersirat bahwa kalau ga suka ya ga usah dilakukan, kenapa harus peduli dengan orang yang melakukan itu semua. Itu hak mereka. Why should we care? Oh God, why should we care? gw beneran ga habis pikir baca ini.. why the hell do you think we should care??
Gw peduli sama rokok karena asap rokok bisa membahayakan kesehatan orang lain yang secara pasif menghisapnya. Oke, kalau contohnya cuma gw seorang, belum terlalu mengena sepertinya. Siapa lah gw sampe perlu dipeduliin? Gimana kalo gw ganti, asap rokok itu bisa membahayakan nyawa keluarga kita sendiri? Pernah dengar cerita anak bayi meninggal karena ga sengaja menghirup sisa nikotin di kemeja ayahnya? 
Ok itu satu.

Next, kenapa kita harus peduli dengan Aborsi? kenapaa? SUNGGUH gw gagal paham. Mungkin orang yang mengucapkan ini hatinya masih ketinggalan di kamar mandi, di kereta, atau entah dimana. If you care about murderer, you should care with Abortion. There is no differences between them!

You let people do abortion, but work against death penalty? Ga bisa membedakan mana yang salah dan mana yang ga punya dosa? Think.
Sisanya tentang drug, gay marriage, porn, etc .. gw udah cukup kehabisan kata kata bahasnya.
Intinya gw banyak melihat orang saat ini membuat aturan sendiri. Mereka bisa berkata bijak dan menyebarkan pendapatnya di depan publik. Landasan yang mereka pakai adalah perdamaian dan hak asasi manusia. 
Mereka khawatir dengan maraknya kampanye muslim aliran keras dapat merusak citra islam, karena islam akan terlihat sebagai sekumpulan orang orang eksklusive yang tidak mau berbaur dengan orang yang berbeda pendapat.
I also dont like the idea of discrimination, misalkan memperlakukan orang non muslim tidak sama dengan muslim, dalam hal keuangan, kesehatan, kebebasan untuk terhindar dari bahaya kekerasan.. Gw juga ga suka dengan aksi membakar gereja, memukul pendeta dan berbagai hal lainnya.

Bagaimana kita memperlakukan non muslim itu udah ada aturannya di Al Quran, ga perlu diperdebatkan panjang lebar. Seorang muslim sejatinya tau persis seberapa mulia agamanya.

Problemnya adalah banyak yang melontarkan pendapat tanpa memahami konteks perkataan dari orang yang mengatakan hal tersebut. Sebagai contoh beberapa waktu lalu gw melihat salah satu postingan seseorang di facebook yang mengomentari kampanye ‘I am a muslim, I don’t celebrate valentines day’, isi dari postingannya adalah “To all moslim people, please don’t post anything saying I am a moslim, I dont celebrate Valentine’s day. How do you feel if other religion said I am Christian, or I am Budhhist, I dont celebrate Ied Mubarak?”

Sejauh yang gw tau, valentine itu bukan hari raya keagamaan. Ini sama aja dengan kalimat “I am an Engineer, I don’t do surgery” .. ini menjelaskan what doctors do, and what engineers should not do.. Lantas apakah para dokter harus marah dengan kalimat itu?
Disini konteksnya muslim memberitau muslim yang lain, bahwa valentine tidak ada diajaran agamanya. Dan muslim tidak seharusnya merayakan valentine.
*Tentu ini terlepas dari banyaknya kerugian yang ditimbulkan dari valentine, termasuk prostitusi, aborsi dan sebagainya. 😢😢



Dalam debat Dr. Zakir Naik, disampaikan kenapa muslim sangat sensitif dengan pendapat masyarakat. Dr. Zakir menjawab bahwa pada dasarnya manusia akan lebih marah jika sesuatu yang dia cintai dihina lebih daripada ketika orang lain menghina dirinya sendiri.
Sebenarnya yang dilakukan oleh muslim muslim ini adalah demi melindungi keluarganya, keturunannya, serta kerabatnya dari nilai nilai agama yang semakin lama semakin hilang.
Sama halnya dengan banyaknya aliran aliran sesat. Tahukah kita bahwa asal muasalnya aliran itu ada karena sekedar pendapat pribadi yang tidak diverivikasi ke ajaran yang sebenar benarnya?
I am one of person who really fight against it, gw selamanya menentang adanya aliran islam baru di tengah masyarakat. Karena gw tahu persis bagaimana hal itu merusak kehidupan seseorang, dan orang orang di sekitarnya.

Tapi gw gerah dengan orang yang mengatakan islam itu harus satu, jadi jangan mengecam syiah, islam nusantara, dsbg. Mungkin kah mereka perlu dikembalikan ke bangku SD dimana rukun islam diajarkan? Syahadatnya saja berbeda, bagaimana mau disebut islam??
Gw ga berada di posisi orang yang tahu segala hal tentang islam. Gw hanya mencoba berpikir bagaimana seharusnya kita menghadapi issue yang ada di sekitar kita.
Banyak ajaran islam yang konteksnya membuat seolah islam adalah agama yang kejam dan diskriminatif. Sebagai contoh ajaran islam untuk tidak memilih pemimpin non muslim.
Gw verifikasi, ini memang ada di Al Quran. Di Ali Imran ayat 28, An Nisa ayat 89, An Nisa ayat 144, Al Maidah ayat 51, Al Maidah ayat 57, dan Al Maidah ayat 81. (macem Dr. Zakir naik, bedanya yang ini pakai contekan 😁)

Betapa pentingnya pesan itu sampai diulang berkali kali di Al Quran.
Tapi ribuan orang mengatakan ayat ini salah tafsir, karena bertentangan dengan nilai toleransi dan tenggang rasa yang diajarkan jaman sekolah dulu.

Dan banyak juga yang berpendapat bahwa agama nasrani juga agama tauhid, sehingga diperbolehkan untuk dipilih. Padahal ya nasrani yang diturunkan Allah adalah menyembah Allah, bukan menyembah apa yang mereka yakini saat ini. Kalau agama yang sekarang disebut tauhid, boleh lah gw pindah.. toh lebih mudah, ga banyak usaha bisa dijanjiin surga.
Kadang kita mendengar banyak hal yang terdengar janggal dan di luar ekspektasi kita sebagai manusia.

Tapi coba ingat kejadian Nabi Ibrahim pada saat diperintahkan untuk menyembelih putranya.

Jangankan untuk tidak memilih Non muslim sebagai pemimpin, yang ini diminta untuk menyembelih anaknya sendiri. Kurang janggal apa coba..??

Tapi kenyataannya Allah mengganti tubuh Ismail dengan seekor kambing.
Iman nabi Ibrahim A.S. memang sungguh luaaar biasa, kita manusia yang punya iman pas pasan tentu akan sangat sulit menerima perintah itu.

Namun pointnya adalah, Allah tidak akan menyesatkan manusia dengan perintahnya, pasti ada hal baik dibalik itu semua. Ini sudah dibuktikan dengan kejadian Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Pasti ada kebaikan yang timbul dari semua yang diajarkan Allah.
Gw juga bukan orang yang perfect dalam menerapkan agama. Sangat jauh dari kata perfect malah. Tapi at least gw ga menyerang orang yang nasihatin gw dengan sejuta excuse. Dan gw geraah dengan argumen argumen di medsos, yang sepertinya memaksa islam harus mengenyampingkan prinsipnya dan bertoleransi lebih.

Ditambah mereka harus menyebarkan postingan yang justru memojokan mereka yang berusaha menyampaikan hal yang benar.  

Next comment yang pasti gw dapet:

They say, kalau caranya kayak gini siapa yang mau masuk islam? Orang non muslim ga akan tersentuh dengan cara islam mengkampanyekan agamanya.

Loh..? Memangnya siapa yang sedang promosikan islam? Sepanjang yang gw lihat mereka menyampaikan itu semua ditujukan untuk saudara saudaranya yang muslim.

Haruskah menjelaskan sesama muslim diulang dari awal? dijelaskan seberapa sempurnanya islam? 

Singkat cerita seorang guru ga akan keras pada muridnya di hari pertama mereka belajar. Tapi seorang guru akan keras pada muridnya ketika nilai ujian nya keluar tau tau jelek.. karena selama ini muridnya ga mau belajar, dan udah dikasih tau masih ngeyel juga.
Dibalik nilai nilai yang sulit kita pahami sebagai manusia biasa, ada banyak hal mulia yang kita tahu pasti itu baik. Yang mungkin tidak diterapkan oleh agama lain. Contohnya begini:

  

and the last one:
  

Who Listen to All Your Prayers

One day, 13 years ago I prayed to be woken on 4 am.
I sent my prayer after Solat and Dzikir.
Deep down. I feel curious if Allah listen to my pray or not. Does God really answer prayer? Do people who pray at the same time have a same chance to be noticed? I mean its not like I am asking for overcoming serious illness. If God answer people’s prayer one by one as sequence, sure my prayer will be granted last.
At that night, I was sleeping tight. I remember on the next day, I dont have any special activity, so basically yes it doesn’t matter if I wake up early or not. So far as I can remember, I only want to know.. whether I am one of ‘people’ who has a right to directly communicate with God or not, and I still dont understand the concept of how to talk with The Almighty since we cannot see Him.. 
In the morning, I open my eyes, My sight goes forth to clock hanging on the wall.. Stunned at what the needle pointed to.. Its 4am.. Not less or more even just one minute. Its exactly 4 am.

.
7 years later I listened another experience. The same curiosity I had before. Someone want to know if God really listen our pray or not. In 2 am after finished Tahajud, he prayed for rain in the morning. Off course no special intention in asking for rain coming, same with me.. he just need to know. In order to get strong faith to Allah.
Once he woke up in the morning, he heard the sound of water dripping on the roof. Yes, its rain. It came true.
No other words he can said, except Subhanallah.
Some people might say its just luck.. or just another coincidence. 
But for us.. its more than that. A simple thing that make me amazed and felt it for the first time, that we never be alone. Even just a simple speech in our heart, or an unimportant thought, Allah definitely know it. 

.
so why doubt it now? 

.
We may get tired of asking the same thing, crushing our hope and dreams. But Allah answer prayer in many ways. Just remember, if we pray right, God always listen, like when I am asking for waking up in 4 am, or he asking for rain in the morning. 
I learn in life, if I feel like about to loose faith, it doesn’t mean Allah ignore all my prayers (remember, Allah always listen). I believe now He is on going to make it perfect.
We can always ask for a better, but better is not Allah do. Allah give the best. 
I bear witness there is none worthy of worship but Allah.

“…And whoever is mindful of Allah, He will make for him a way out. And will provide for him from an unexpected source. And when someone puts all his trust in Allah, He will be enough for him.” [Qur’an, 65: 3]

Short Life Goals

  1. Studying outside Jakarta. (checked)
  2. Able to ride motorcycle. (checked)
  3. Able to drive a car. (checked)
  4. Earn money by myself. (checked)
  5. Going for hajj.
  6. Living in an apartment in the city, while still single.
  7. Held wedding ceremony at famous beautiful mosque.
  8. Having international friends. (checked)
  9. Watching Bon Jovi and Jason Mraz concert. (half checked)
  10. Travel overseas.   (checked)
  11. Going to Disney Land. (checked)
  12. Meet Pandas.
  13. At least one time, be a real engineer.
  14. Being a good cheft for my own family.
  15. Having a cat at home. 
  16. Take close portrait with wild animal.