Tempat dan Sejarahnya

Seberapa care kita mencoba mengetahui sejarah dari lokasi yang kita kunjungi? Seberapa care kita mencoba untuk berperilaku sesuai dengan sejarah tempat tersebut?

Dua hari ini sedang ribut berita Syahrini yang mengunggah fotonya di monument Holocaust Berlin. Foto tersebut menimbulkan kontroversi tidak hanya di Indonesia tapi juga di media lokal German.

Honestly, sebelum ini gw ga tau Holocaust itu apa dan kenapa bisa menjadi kontroversi. Setelah gw coba googling, ternyata monument Holocaust dibangun untuk mengenang kekejaman Nazi kepada warga Yahudi pada saat rezim Hitler dulu..

Gw pernah nonton film tentang Nazi.. ada satu film judulnya ‘The Pianist’. Latar belakang film itu adalah masa masa kelam orang Yahudi ketika dibantai oleh Hitler. Itu sekali kalinya gw nyerah nonton film di 20 menit pertama karena ga tahan liatnya. Bukan karena banyaknya disturbing picture di film itu, tapi karena jalan ceritanya yang kejam, brutal dan sangat ga berperikemanusiaan.

Terlepas benar atau tidaknya kejadian seperti yang digambarkan di film itu, yang jelas penyiksaan dan pembunuhan terhadap orang orang Yahudi pada saat itu adalah sesuatu yang mengerikan.

Lalu beralih lah gw ngeliat foto kontroversial syahrini di google. Kebetulan foto di instagramnya sudah dihapus.

*Gw ga posting fotonya disini ya untuk menghargai.

Jadi setelah lihat, gw paham.. pantes aja kalau diprotes. Jadi Syahrini foto berdua di atas monument dengan baju bulu bulu, kacamata hitam, dan skinny pants.. pokoknya baju yang Syahrini banget.

Gw sempet mikir kalau seandainya ini yang di foto bukan Syahrini.. orang biasa misalkan, yang cuma pakai kaos dan celana jeans mungkin ga bakal sekontroversial itu. Karena gw yakin banget pasti yang foto selfie, atau foto gaya, dll itu pasti ada banyak banget. (Cuma ya emang Syahrini mencolok banget hha).

Ternyata setelah gw googling lebih jauh, gw nemu artikel tentang “How you should behave at Holocaust Monument”. Menjabarkan pendapat dari seorang penulis asal German bernama Saphira. Pada intinya kalau Monument Holocaust adalah pengingat salah satu sejarah pahit yang pernah terjadi di dunia. Jadi bukan tempat untuk foto foto cantik, selfie dll.

“It’s a phenomenon I had begun to notice in Berlin and then I started seeing those pictures everywhere. I felt like people needed to know what they were actually doing, or how others might interpret what they were doing.

Penulis itu bahkan mengedit beberapa foto para tourist yang diunggah di media sosial.

Serem banget ya..

Kayak yang membuka mata kita betapa ga pantasnya foto seperti itu di sana.

Jadi memang wajar kalau aksi foto di atas monument itu dikecam. Apalagi ternyata disitu kabarnya ada larangan untuk ambil foto. Duh incess ga baca apa gimana ๐Ÿ˜ฅ.

So far sih Syahrini sudah memberikan pernyataan klarifikasinya ya di instagram. Jadi mari kita maafkan. Toh jangan jangan kalau kita yang kesana juga kita berlaku serupa karena ga tahu.

Tapi yang namanya ibu jari netizen lebih kejam daripada ibu kota, tetap aja Syahrini dikecam abis abisan.

Melihat reaksi orang orang Indonesia segitu marahnya, gw jadi berpikir.. seharusnya hal yang sama diterapkan di tempat tempat di Indonesia.

Kita perlu membangun pola pikir menghargai suatu tempat yang memiliki kenangan pahit, sehingga tidak boleh foto dengan gaya yang sama kayak kita foto di dufan.

Contohnya museum Fattahilah, tempat yang dijadikan lokasi hukuman gantung dan penjara yang tidak manusiawi.

Lawang Sewu, yang juga tempat dimana warga Indonesia dipenjara, disiksa dan dibunuh oleh Belanda.

Museum Lubang Buaya, tempat dimana berlangsungnya kekejaman PKI.

Monumen Bom Bali, tempat terjadinya pemboman yang menewaskan banyak orang.

Atau tempat lain yang berhubungan dengan bencana alam yang massive seperti Museum Tsunami di Aceh, atau Museum Erupsi Merapi di Yogyakarta.

Tahun lalu ketika gw berkunjung ke Museum Erupsi Merapi, gw sempet nyeletuk pas kita segroup lagi foto bareng di depan museum.

Celetukan gw adalah , “kayaknya ga pas banget deh ya kita foto senyum di tempat kayak gini”. *tapi gw tetep foto ๐Ÿ™.

Karena I personally feel tempat itu harusnya dijadikan sebagai bahan renungan dan rasa simpati untuk orang orang yang kehilangan akibat bencana alam yang terjadi di sana.

Ga hanya di Museum Merapi, tapi juga di semua tempat.

Tapi coba pikir deh, dari tempat tempat yang gw sebut di atas, ada berapa banyak lokasi yang sering dijadikan spot foto hepi hepi oleh Turis lokal maupun luar negeri? Jawabannya: banyaak..!

Random Picture taken from Google. Muka disamarkan.

Random Picture taken from Google. Muka disamarkan.

Dengan melihat reaksi masyarakat Indonesia yang membuat Syahrini jadi trending di berbagai media, seharusnya hal itu bisa dengan mudah masuk nalar kita bersama.

Meskipun ga ada larangan resminya, at least we can give some respect.

Karena mempelajari, menghormati dan menghargai tempat sesuai sejarahnya, jauh lebih penting kan daripada sejuta likes yang kita dapat di Instagram? ๐Ÿ˜Š

Advertisements

Marvel Trivia

*I am still get along with easy writting idea.. at least for temporary time..

Rank your most favorite Marvel Movies:

  1. Black Panther
  2. X-Men, Days of Future Past
  3. Spiderman Homecoming
  4. Captain America, Civil War
  5. Guardian of Galaxy Vol. 2
  6. Wolverine Origin
  7. The Amazing Spiderman
  8. X-Men The Last Stand
  9. Thor Ragnarok
  10. Logan

Favorit X Men Characer:

Wolverine & Storm. Love their super power.

Favorit Avenger Character:

Its difficult. I have three. Captain America.. Thor & Black Panther, yes I think I fell for the kings.๐Ÿ˜

The most attractive Avenger Character:

King T’Cala Black Panther

The most handsome Marvel Character:

Captain America, off course.

The most beautiful Marvel Character:

Agent Sharon Carter. Then they really make a perfect match ๐Ÿ˜„.

If you were in danger, who do you wish to help you?

Iron Man, he has a lot of promising weapon.

The most favorit villain:

Loki

The most favorite super power in X-Men

Healing factor, Wolverine’s super power.

Which Marvel character would you prefer to be a bestfriend?

Black Widow. She seems loyal.

Which Marvel character would you prefer to be a husband?

King T’cala Black Panther

Which Marvel character would you prefer to be a brother?

Captain America.

Which Marvel character would you prefer to be a bodyguard?

Dont think I need one.

Team Captain America or Team Iron Man?

Captain America

Which Marvel movie that disappointed you?

Logan. In ‘Days of Future Past’ ending, they brought the squad back alive. Then we watch Logan, it been told that they already dead … again.

Take this quiz, and share your result:

http://marvel.com/choosemarvelquiz/

Dilan atau Rangga?

Dari kemarin sebenernya udah ada beberapa tulisan yang dibuat, tapi kayak yang ga pede gitu mau dipost, jadi cuma bertahan sampai di draft aja.

Mungkin suasana hati lagi ga pas dengan isi tulisannya jadi berasanya ga percaya diri terus mau ngepos hha

Akhirnya sekarang mutusin buat nulis yang ringan ringan aja deh dulu.

Belakangan ini orang lagi heboh banget kan soal film Dilan 1990.

Sebenernya sih pingin nulis reviewnya tapi takut nambah dosa karena kebanyakan caci makinya.

Jadi simpulin aja lah sendiri kira kira apa penilaian gw terhadap film itu ๐Ÿ˜.

Nah kemarin itu gw nemu beberapa tulisan yang mengcompare Dilan dan Rangga (Ada Apa dengan Cinta). Menurut gw cukup apple to apple sih karena pas AAC1 kan ceritanya si Dilan ini seumuran sama Rangga.

Dan yang jelas kedua pria ini merupakan langit dan bumi kalau ditanya soal memperlakukan wanita.

Di tulisan ini gw pingin memberi opini.. kira kira karakter yang manakah yang lebih baik? Dilan atau Rangga?

Kita mulai dari Dilan ya..

1. Senyumnya

Sosok yang kalo senyum emang harus gw akuin, manis banget. Kalau gw disenyumin sama cowok kayak gitu juga gw pasti bakalan naksir sih.

Buat yang belum nonton, coba nonton deh.. gw pun agak sulit mendeskripsikan senyumnya dia gimana. Tengil tengil gimana gitu.

2. Romantis.

Saking romantisnya jadi setengah alay. Gw paling ga bisa sama sosok laki macem gini ๐Ÿ˜…, karena isi mulutnya semua gombal. Hha.

Gw jadi inget kan dulu temen gw ada yang lagi deketin cewek lewat whatsapp.. Kalau ga salah mereka lagi chat ngebahas tempat dimanaa gitu (maaf gw lupa), dan si cewek nya itu nanya soal kondisi tempat itu kayak apa, bagus apa engga. Gw yang anaknya kepo banget ini ngintipin isi chat mereka kan waktu itu.. trus gw iseng bilang sama temen gw, “Ini gw yang bales ya”, sambil ketawa.

Si temen gw ini malah ngasih izin.. terus gw baru ngetik sedikit, si temen yang lain yang kebetulan lagi bareng sama kita juga bilang, “lo gitu banget balesnya”. Gw lupa ya gw bales apa tapi beneran deh yang jelas jawabannya normal dan biasa aja.

Nanya lah gw apanga yang salah dari balasan gw, “emang harusnya bales gimana?”

Si temen gw yang kedua ini bilang “Jawab gini lah.. tempatnya cantik tapi ga secantik kamu .

Sumpah gw kira ni temen gw becanda makanya gw langsung ketawa geli. Bukan karena lucu, tapi emang karena beneran geli. Yakali mas ngomong gitu?? Terus si temen gw yang hp nya gw pegang ini nyambung “lah kenapa fin ketawa?” .. terus si temen yang kedua tadi juga bilang “emang kayak gitu kali. Jawabannya harus gitu biar dia tertarik”.

Seketika syok lah gw.. gw emang ga deket deket banget sih sama ni orang dua. Tapi gw baru ngeh kalau selera mereka ternyata cheezy banget. Temen gw malah heran sama gw dan bilang, “lo ga pernah dideketin ya sama cowok??”

Woiii.. KALO ADA COWOK NGECHAT GITU, BAKAL GW CUEKIN JUGA KALII!

Gw ga habis pikir lah dengan isi chatnya yang penuh dengan kata kata gitu. Siapapun cewek yang diajak chatting sama dia pas itu, kalau dia suka digituin, bisa dipastikan dia penggemar beratnya Dilan sekarang ๐Ÿ˜….

3. Tempramental

Nah kalau yang suka liat FTV atau film korea juga pasti suka sama tipe tipe gini. Yang rela berantem sampe mati demi ceweknya.

Gw ga mempermasalahkan cowok yang bad boy, tapi menurut gw si Dilan ini agak over.

Bayangin aja dia bisa bentak guru dan ngancem bakar sekolahnya. Murid macam apa itu? Kalo di sekolah gw udah pasti di SP. ๐Ÿค”

Dia juga bisa ngancem ngilangin orang kalau orang itu bikin si Milea sedih. Baru juga bikin sedih, gimana kalau bikin nangis, atau bikin sakit?

Gw jadi berpikir si Dilan ini ko ya sok jagoan banget. masa iya semua harus diselesain pakai fisik ga pakai otak. Padahal bisa lho nyampein maksudnya dia tanpa pakai teriak teriak, atau marah, atau pukul pukulan.

4. Sweet

Menurut gw ada satu adegan paling sweet yang dilakukan oleh Dilan. Tapi kali ini bener bener sweet normal. Bukan sweet yang alay.

Ceritanya pas Dilan ngerencanain untuk nyerang balik perusuh yang udah nyerang sekolahnya.

Milea yang tau rencana Dilan sengaja nahan Dilan di rumahnya dengan belaga manja, dan minta ikut Dilan kemana mana.

Sweetnya si Dilan ini nurut dan tetap ada di dekat Milea walaupun pikirannya ga seutuhnya disana.

Terus pas di motor Milea nanya, “kamu mau nyerang balik yang dulu nyerang sekolah kita kan?”.. Dilannya diem sebentar dan bilang ,”kan aku seharian sama kamu”.

Menurut gw itu hal yang simple tapi sweet .. seharian Dilan keliatan jadi agak pendiem, berusahan nanggepin Milea tapi pikirannya kema mana. Biarpun dia mikirin hal lain dia masih berusaha nurutin dan nyenengin Milea.

Liat Dilan kayak gitu kan jadi inget…. ah yasudah lah.

….

Nah sekarang kita bahas RANGGA

1. Sosok misterius

Semua yang sudah nonton AAC ini pasti juga tau kalau sosok Rangga ini misterius. Ga punya teman dekat, selalu sendirian, dan ga pernah sapa sapaan sama orang. Saking misteriusnya gw aja sampe bingung sekarang mau deskripsiin dia gimana lagi.

2. Antimainstream

Btw ini bandinginnya sama Rangga pas SMA ya biar apple to apple.

Rangga itu orang yang anti mainstream. Kalau inget pas jaman gw dulu, hobinya cowok yang masih SMA ya macem main futsal, main PS.. ga ada yang hobinya baca buku kayak si Rangga ini. Apalagi bukunya berat macem Chairil Anwar.

Dan Rangga ini juga jago nulis puisi. Yang mana merupakan nilai yang sangat plus plus plus plus di mata gw.

Jadi bisa disimpulkan kalau Rangga ini orangnya ga banyak omong tapi bisa mengungkap kan dengan kata kata manis di atas kertas, that’s kind of cute.

3. Independent

Ga hanya penyendiri sebenernya untuk mendeskripsikan sosok Rangga. Dia juga independent. Beda halnya sama Dilan yang punya backingan bapak tentara, keluarga harmonis, temen temen geng motor. Rangga bener bener ‘a lone wolf’. Diceritakan kalau Rangga ini lahir dari keluarga broken home dan dia juga terlihat sebagai cowok yang berprinsip kuat.

4. Ga bisa diajak becanda

Ada beberapa orang yang ga mudah bergaul sama orang lain, tapi pas lagi bareng sama orang yang deket sama mereka, mereka bisa berubah seratus delapan puluh derajat. Bisa diajak becanda dan bisa seru sendiri kalau bareng orang orang itu.

Nah si Rangga ini biar dia udah deket sama cinta juga tetep aja terlihat kayak patung. Cara bicaranya masih datar dan kosa kata dari mulutnya juga pelit banget.

Untung ketemunya sama Cinta yang agak bawelan dikit. Kalau ketemu sama yang sama sama diem, bisa jadi pacarannya bersemedi bareng di bawah air terjun.

Tapi biarpun begitu Rangga ini pendengar yang baik. Jadi bukan tipe tipe orang yang suka motong pembicaraan dan seru sama ceritanya sendiri. At some point bisa jadi kelebihan.

….

Kira kira itu perbandingan Dilan dan Rangga. Dilan adalah sosok yang memperlakukan perempuan secara blak blakan, sementara Rangga ini cuek tapi sweet.

Nah kalau gw ditanya siapa yang lebih baik Dilan atau Rangga?

Dengan semua karakter itu sebenernya ga ada satupun tipe yang ngena buat gw ๐Ÿคฃ.

Tapi mengingat si Dilan ini punya kekurangan yang tidak acceptable: tukang berantem dengan alasan yang tidak penting.

sehingga dalam case ini gw memilih Rangga.

Coba kalau yang dicompare Ranchonya 3 idiots, Jacknya Titanic, atau Tappeinya Hi Miiko deh.. hha mungkin lebih mudah bagi gw untuk menentukan.

Menonton Mata Najwa Menunjukan Kompleksnya Berkomunikasi

Belakangan ini lagi ramai di sosial media terkait dengan acara Mata Najwa yang mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta dengan tema 100 Hari Kerja. Seperti biasa kalau yang namanya pejabat di Indonesia, pasti disorot 100 hariannya udah macem tahlilan. Tapi ini cukup berguna untuk memantau ‘progress’ sekali lagi ‘progress’ ya bukan hasil, dari kebijakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat yang bersangkutan.

Pembawa acara fail?

Gw pas berita ini mulai ramai belum nonton sendiri isi acaranya, tapi yang gw tangkep adalah banyaknya masyarakat yang kecewa dengan Najwa dalam menginterview narasumbernya. Intinya dikarenakan presenter sekaligus journalist sekelas Najwa Shihab seperti menyudutkan, dan tidak netral, ditunjukan dengan seringnya memotong penjelasan dan mengambil kesimpulan sendiri.

Dengan rasa penasaran dan keinginan buat ikutan berkomentar, akhirnya gw nonton juga acara ini di youtube.

Beberapa kali gw pernah melihat presenter yang fail membawakan acara.. sehingga efeknya mengarah ke hal negatif yang mempengaruhi masyarakat, atau minimal image dari orang yang dia tanya. Kayak dulu itu gw pernah nonton acara beauty pageant di tv. Salah satu pesertanya ada yang kesehariannya pakai jilbab. Akhirnya lepas lah dia pas acara itu karena itu bukan kontes untuk wanita berjilbab. Dan pada akhirnya ini si mbak nya berhasil masuk final. Laluu di penghujung kontes eng ing eeng.. presenternya ngajuin pertanyaan, “Dalam acara ini kamu melepaskan jilbab, kira kira apa yang kamu rasakan?”

Seriously? Dari sekian pertanyaan harus banget ITU YANG DITANYA?? Itu pertanyaan private yang harusnya ga usah dijawab apalagi ditanya. Bener aja si mba mbaknya jawab ngalor ngidul. Bilang rambut itu mahkota wanita lah bla bla bla.. yang udah pasti menimbulkan kecaman. Terutama dari emak emak yang ga mau anak remajanya ikutan lepas jilbab karena memperjuangkan ‘mahkota’nya.

Kalau si presenter tau sopan santun, harusnya ga kan nanya soal itu karena mau apapun jawabannya , pasti itu salah. Dan si mbak yang masuk ke final itu juga tau itu jawaban ngeles.. tapi lebih ga mungkin lagi dia jawab.. “mohon maaf saya khilaf, setelah ini saya akan pakai jilbab lagi”. Sementara kalau dia menang, jelas tidak mungkin dia memakai jilbab selama kontraknya.

Itu sharing aja soal pembawa acara yang fail. Gw sih yakinnya Mata Najwa ga seperti itu lah..

Hasil setelah nonton. Ternyata..

Menurut gw sih ga ada masalah sama sekali dengan interview ini.

Semuanya lempeng aja, Anies bisa menjawab dengan baik.. dan Najwa yang katanya suka potong potong penjelasan ini menurut gw normal.

Kenapa normal? Karena gw beberapa kali nonton Mata Najwa ya emang seperti itu gayanya. Dia menayangkan video yang merekam narasumber narasumber lain yang bertentangan dengan tamunya, lalu tamunya diminta memberi penjelasan.

Justru sebenarnya gw berterima kasih dengan adanya acara ini. Walaupun gw bukan penggemarnya Najwa ya.. Tapi dengan adanya acara ini, Anies jadi punya kesempatan untuk mengklarifikasi apa yang diresahkan masyarakat. Dari mulai DP nol persen sampai Pulau Reklamasi.

So far gw merasa jawaban jawaban Anies cerdas. Ga hanya modal emosi, dan suara keras. Tapi beliau benar benar menunjukan pemerintahan yang sistematis. Yang paling gw suka adalah bahwa secara tidak langsung Anies mengatakan bahwa semua kebijakannnya memang tidak mudah, maka butuh dikontrol sampai stabil. Tidak seperti kebijakan kebijakan lain yang dalam hitungan semalam bisa terlaksana karena modal ‘power’, dan pas gubernurnya ganti, langsung balik berantakan lagi.

Gw pernah denger salah satu nasihat dari seseorang, bahwa pemimpin yang baik itu mampu meninggalkan legacy. Dalam artian ketika pemimpin tersebut tidak lagi memimpin, semua tetap terkendali. Jadi pemimpin yang baik tidak menimbulkan ketergantungan masyarakatnya. Contoh pemimpin yang paling baik ya Rasulullah, setelah wafat pengikutnya masih beribadah dan menegakan syariat islam. Coba kalau dulu Rasulullah hanya modal power , memimpin dengan memberikan rasa takut. Belum tentu kita semua sampai generasi kesekian masih beribadah.

Kompleksnya berkomunikasi

Bicara soal memotong pembicaraan,

Gw cukup mengerti sih apa alasannya Najwa melakukan itu. Karena dari yang gw tangkep, Najwa ingin menjaga durasi (masih banyak yang perlu dibahas), dan keep Anies on the track ketika menjawab. Jadi yang ditanya apa, ya jawabannya harus sesuai.

Sebenernya ini yang ngeselin..

Tentunya kita sering menghadapi ini. Ketika lagi ditanya sama orang, terutama yes or no question. Ada kalanya itu ga bisa dijawab dengan yes or no aja.

Misalkan nih ada yang nanya..

“Apa kamu tadi melanggar aturan dengan berkendara di bahu jalan?”

Lalu dijawab , “jadi gini pak tadi saya kan lewat di situ, lalu…”

Lalu si penanya ngotot, “Jawab aja iya atau engga. Ga usah berbelit belit!”

Nah di sinilah yang ditanya jadi terpojok. Si penanya mungkin dalam keadaan terburu buru dan ingin bertindak cepat, tapi jadinya yang ditanya malah serba salah.

Akhirnya yang ditanya pun menjawab “Iya pak.” . Kemudian menimbulkan kesan kalau yang ditanya ini melanggar aturan dan harus dihukum.

Padahal kalau tadi yang ditanya dibiarkan menjelaskan, ceritanya akan berubah, “Karena tadi saya berkendara dalam keadaan lancar, mobil di belakang saya sangat mepet dengan saya. Lalu di depan ada batu besar. Kalau saya hajar batunya, saya bisa jadi oleng ke jalur kanan yang ramai. Kalau saya berhenti mendadak, sudah pasti saya ditabrak dan terjadi kecelakaan. Makanya saya menghindar ke bahu jalan supaya tidak terjadi kecelakaan”.

Kalau itu dijelaskan, selesai sudahlah tuduhan kepada dia. Gantian yang disalahin adalah pihak pelayanan jalan raya dan mobil di belakangnya yang tidak menjaga jarak.

Hal hal seperti itu sering kita alami, dan bisa jadi kita juga pernah ada di posisi penanya.

Namun di acara mata Najwa ini jelas harus mempertahankan durasi. Karena ini acara profesional, bukan sinetron RCTI yang sering dapat perpanjangan waktu.

Bagusnya lagi, Anies pun menyadari itu.. dan di akhir penjelasannya tentang DP 0% , beliau mengatakan “Saya tidak mau ini dijelaskan di acara debat dalam hitungan detik. Karena ini berbahaya sekali, pemahamannya bisa berbeda.”

Jadi kesimpulannya ya bukan salah Anies atau Najwa. Memang keadaannya tidak semua bisa dijelaskan dalam durasi singkat dan sometimes butuh presentasi yang lebih matang.

Tapi bisa dibilang sih acara ini sukses.. sukses buat mata Najwa karrna menjadi satu satunya acara ekslusif menjelaskan 100 hari pemerintahan. Dan sukses untuk Gubernur baru karena perlahan lahan sudah bisa menepis keraguan masyarakat. Beliau juga ga termakan emosi pendukungnya yang menghujat Najwa. Malah mengucapkan terimakasih secara publik lewat akun instagramnya.

Ini kelihatan dari para pendukung gubernur lama yang susah banget move on, pada ga ada yang berkomentar isi jawabannya Anies.. ga ada meme memean aneh lagi. Ga punya bahan untuk nyerang ๐Ÿ˜.

Kalau pun ada pembelaan dari mereka ya belain mbak Najwa yang habis dihujat di sosmed hehe..

Pesan moralnya adalah..

Jangan sering sering liat sosmed pas lagi panas issue politik. Tidak baik untuk kesehatan psikis. Mending cari yang lain di HP yang lebih menyenangkan.

Berhenti Berkaca pada Orang Lain

Kita sering kali mengeluh dan mengcompare hidup kita dengan orang lain..

“Dia mah enak, kaya..”

“Dia mah enak, pinter..”

“Dia mah enak, bla bla bla..”

Gw pun sebenernya sering kayak gitu sih, jadi ya ini reminder bersama aja.

Karena sebenarnya kita ga pernah tau seberapa effort mereka untuk sampai disana.

Dulu gw pernah merasakan jadi orang yang diperlakukan seperti itu.

Contoh sederhananya gini..

Waktu itu gw baru lulus sidang skripsi, tinggal revisi revisi kecil yang harus disubmit ke dosen dan administrasi kampus.

Gw sidang kurang dari satu minggu dari smester delapan berakhir. Sementara normalnya orang selesai revisi dengan dihitung availability dosen dan petugas TU, revisi bisa sampai dua mingguan. Lah ini gw cuma tinggal berapa hari lagi ngejar smester ini kelar?

Waktu itu yang dipikiran gw adalah gw ga mau masih terdaftar mahasiswa di smester sembilan. Iya status gw udah lulus, tapi masih tetap harus bayar uang smester baru karena ada urusan yang belum kelar sama kampus.

Di masa satu minggu gw bingung dan mungkin mengeluh beberapa kali.. mengeluhnya pun ga ke sembarang ko. Cuma orang terdekat aja.

Tapi gw dapat feedback, “lo kan udah lulus. Bersyukur kek. Ngapain sih ngeluh ngeluh mulu! Kesel tau ga dengernya.” .. ucapan itu keluar dari seseorang yang belum memulai skripsinya.. yang mana gw udah lulus duluan.

Oke, mungkin gw emang ga terlalu sensitif disini.. tapi gw juga tersinggung dan punya pembelaan.

Gw lulus skripsi ga karena disulap sama dosen.. ga instant.. ga karena gw beruntung. Gw bisa ambil skripsi karena gw bener bener belajar pas kuliah.. ga pake cheating.. gw juga suka bangun jam tiga pagi buat belajar sebelum ujian.. I wonder apa yang orang ini lakulan di saat gw sibuk belajar di pagi hari dan ngerjain tugas sendirian sampai tengah malam?

Dan alasan gw waktu itu pingin banget nyelesaiin administrasi karena gw ga mau nambahin beban orang tua untuk bayar satu smester lagi.. Alasan gw cukup logis di situ..

Jadi kayaknya dia ga perlu se emosi itu juga kan sama gw.

….

Yaah sepenggal cerita di atas adalah sharing pengalaman gw aja sih.. biar gw besok besok ga akan menjudge hidup orang lain enak karena beruntung.

Bisa jadi si kaya kerja mati matian buat dapetin itu

Bisa jadi si pintar, kesehariannya lebih banyak belajar dan ga punya waktu untuk main..

Bisa jadi orang lain hidupnya adem karena masa lalunya sering berbuat baik sama orang lain..

Bisa jadi dia dapet kemudahan sekarang karena usaha usaha dan doa dia tahun lalu yang belum terbayarkan

Bisa jadi usaha dan doa itu bertahun tahun lama nya sebelum kenal sama kita. Pas dia dapet hadiahnya berupa kemudahan sekarang, yang kita tau ya dia dapet hadiah aja.

Atau kalaupun ga begitu, bisa jadi segala kelebihan hidup dan kehidupan yang dia dapat itu ujian. Dan bisa jadi mereka sebenernya ga lolos dari ujian itu.. udah dikasih banyak tetep ga bersyukur, kurang beramal, ga pernah solat. Itu malah lebih ngeri lagi..

Intinya banyak faktor yang membuat hidup kita dengan orang lain berbeda.

Hidup kudu santai ga usah mikirin mereka. Mereka hidup di dimensinya mereka.. kita hidup di dimensi kita..

Kalau kesuksesan kita segini ya mungkin emang pantesnya masih segini.. atau masih ditahan untuk dibayarkan nanti dengan jumlah berkali kali lipat.

Adil dan ga adilnya itu kan tergantung siapa yang mau kita protes.. temen? Atasan? Orang tua? Atau Tuhan?

Misakan di kantor.. gw selalu ngasih tau member member gw kalau kerja itu harus ikhlas. Mungkin suatu hari gw ga bisa mengapresiasi mereka.. atau gw bersikap merugikan mereka.

Jangankan orang yang berniat jahat sama kita, orang yang punya niat baik sama kita aja belum tentu berlaku adil. Bisa jadi mereka tidak sengaja menjadi tidak adil karena keterbatasan yang mereka punya. Ya namanya juga manusia.

Makanya berharap sama orang lain itu salah. Sebandel bandelnya gw, gw masih punya prinsip kalau yang bisa adil itu cuma Allah.

Jadi kalau kita kerja ikhlas.. udah pasti dibalas dengan Allah hal yang setimpal atau bahkan lebih.

Caranya ada macem macem..

Kesehatan dan kebahagiaan itu juga rezeki lho.. ga semua harus diukur dengan materi..

Ada cerita menarik dari teman gw.

Dulu pas awal punya anak dia bingung karena keuangannya berantakan. Anaknya juga susah makan.. udah dibeliin macem macen yang mahal tetep ga dimakan.

Suatu hari dia sadar kalau dia kurang bersyukur. Akhirnya bersyukurlah dia.. semua dijalanin dengan ikhlas.. stop compare compare sama hidup orang lain. terima aja.. entar Allah yang atur.

Setelah hidup bersyukur entah kenapa anaknya jadi suka makan.. apa aja dimakan .. ga perlu beli yang mahal mahal lagi. Terus anaknya juga jadi jarang sakit..

Lama kelamaan keuangannya membaik.

Bukan karena pemasukannya yang nambah, tapi karena pengeluarannya berkurang .

Dari cerita temen gw itu, gw semakin yakin.. kalau kita ikhlas melakukan sesuatu karena Allah. Allah pasti kasih jalan. Misalkan kita lagi bangun rumah, dipertemukan sama orang yang punya toko material murah.. dan dipertemukan dengan pekerja yang murah tapi kualitas bagus.

Kalau kita bersikap sebaliknya..bisa jadi ditarik lah nikmat nikmat kita yang lain. Uang habis buat ke dokter..uang banyak kepotong untuk refreshing karena nikmat bahagia dan damainya dicabut. Mau pemasukan nambah berapa kali lipat juga, kalau pengeluarannya juga banyak ya sama aja kan..

Mau kita dapat jabatan tinggi, jadi anak emas atasan.. tapi nikmat yang lain ga punya, ya sama aja..

Jadi balik lagi tadi.. siapa yang kita protes? Temen? Atasan? Orang tua? atau Tuhan?

Atau memperbaiki diri sendiri.. dan let it go..?

This life is your own individual journey. Back to the Almighty. Don’t compare it with anyone else. (Mufti Menk)

What This Life Means to Me

Waktu SD gw sama sekali ga berprestasi. Gw bahkan ga ngerti apa gunanya gw sekolah. Gw ga terlalu merhatiin apa yang guru gw terangin. Gw dibully sama kakak angkatan gw di jemputan. Semua senior yang satu jemputan sama gw benci sama gw untuk alasan yang sampe sekarang gw ga tau apa. Denger denger sih katanya salah satu kakak kelas gw itu ada yang pacaran sama tetangga gw di rumah (gila ye, anak bocah udah pacaran). Gw cuma tau sebates itu. Ga ngerti deh kelanjutanya apa sampe senior senior gw itu benci sama gw.
Gw pernah sih ga sengaja ngejepit tangannya senior gw di pintu mobil. Waktu itu gw sih takut ya karena kepikiran besok besok gw bakal makin di bully nih pasti.. yes I was weak. Coba itu terjadi pas gw udah gede sekarang, gw malah seneng kali udah berhasil ngejepit tangan orang yang ngebully gw.

Ga cuma itu, temen temen deket gw pun sempet ngejauhin gw karena entah gimana cerita lengkapnya.. mereka kayak dihasut sama salah satu temen yang lain, yang akhirnya bikin gw dimusuhin. Gw sempet pernah ngalamin yang namanya sama sekali ga punya temen dan itu terjadi hampir satu tahunan.

Nilai gw ga pernah bagus.. sampai sampai guru gw nyaranin ke nyokap gw buat jangan ambil SMP unggulan semuanya pas milih SMP, takutnya ga bisa masuk.

But miracle happened.. atau bisa jadi judgment guru gw salah. Gw ternyata beruntung diterima di SMP swasta yang cukup ngetrend lah di rayon tempat gw tinggal. Ga cuma sekedar diterima tapi juga masuk kelas unggulan..

SMP gw adalah sekolah umum tapi sangat menerapkan ilmu agama. Sekolah ini bisa dibilang sekolah terbaik gw. Mungkin karena swasta kali ya. Dari segi fasilitas sampai ke acara acara non akademisnya, jauh lebih baik dari SD maupun SMA gw.

Waktu SMP gw punya beberapa temen deket.. tapi bukan berarti gw lepas dari masalah bully membully, bahkan malah yang terjadi lebih parah. Satu angkatan benci sama gw! Alasannya karena gw deket sama salah satu pelatih karate gw yang super galak. Waktu itu di sekolah bela diri itu ekstrakulikuler wajib. Sekitar 90% nya milih karate. Berhubung pelatih yang deket sama gw ini killer banget, mereka nyangkanya kalau gw yang selalu bawa dia ke sekolah.. jadi orang pada kesel karena ada pelatih yang lebih baik baik, kenapa yang ngelatih malah yang galak.

Gw bahkan pernah denger temen gw mengumbar fitnah kalau dia dipegang kenceng tanggannya sampe memar pas lagi latihan. Padahal gw tau banget itu ga bener. Tangan dia emang memar..tapi bukan karena pelatih gw ini. Ada oknum lain yang lakuin itupun juga ga sengaja. Akhirnya gw belain lah pelatih gw ini. berusaha membersihkan nama baiknya dia. Ehh malah nambah issue baru.. gw mulai dapet julukan baru “pacar ****” (nama pelatih gw. Dan diucapkan dengan nada yang sarkas.

Kalau dipikir pikir lucu juga sih. Banyak moment moment kayak film koreanya dulu. Gw juga ga suka sama dia dalam konteks yang romantis. Cuma emang waktu itu gw yang kebetulan melihat sisi baiknya pelatih gw ini.

Ya gw juga ga mengklarifikasi sih kalo bukan gw yang ngajak pelatih itu ke sekolah. Karena dari lubuk hati yang terdalam, gw juga seneng kalo dia dateng ๐Ÿ˜….

Tapi gara gara itu ga cuma sekali gw disorakin di depan umum. Misal lagi main kasti di lapangan, pas bagian gw lari banyak yang teriakin “wuuu”.

Lebih sedihnya lagi, justru orang yang gw taksir beneran malah benci banget sama gw. Untuk alasan yang lagi lagi gw ga tau apa. Dan dia juga jadi ikut ikutan black campaigin gw.. pokoknya suck lah tu orang ๐Ÿ˜….

Gw ga pernah nyangka kalau orang orang benci sama gw segitunya. Pernah suatu hari pas lagi karyawisata kita foto foto bareng dan pas itu ada cowok yang ga mau foto bareng sama gw, kayak yang geli gitu. Terus bilang “ga mau ah kalau foto sama fina”, di depan gw nya langsung! Entah dulu dia ada issue apa sama gw, atau memang waktu itu gw buruk rupa buat dia. Karena pas SMP gw jerawatan, gigi gw masih gingsul, muka ga kerawat (anak SMP mau perawatan apa coba) dan belum pakai krudung ๐Ÿค”.

Di SMP ini bisa dibilang merupakan titik balik kehidupan gw. Dulu gw dapat guru private.. khusus pelajaran fisika. Beliau menjelaskan pelajaran fisika ditambah dengan fenomena fenomena nyata di sekitar kita. Menurut gw, guru gw ini cerdas. Gara gara dia, gw jadi suka banget belajar. Ga hanya belajar fisika. Tapi gw juga suka semua pelajaran.

Sebenernya ada guru privat yang lebih lama dari guru fisika gw. Ngajar matematika dari sejak gw kelas lima SD. Kasian banget lah guru gw ini kalau gw inget inget gimana perlakuan gw ke beliau. Karena dulu gw kesel harus les dua kali seminggu dan ikut TPA plus les bahasa inggris juga, jadi gw ga punya waktu buat main. Jadi pas les matematika..gw kebanyakan nyuekin gurunya, tiap gurunya nanya gw jarang jawab, pas dikasih soal kertasnya malah gw pake gambar, sebel karena pelajarannya ga selesai selesai.

Untuk guru Matematika ku bus Sri, dan guru Fisika ku Pak Rahmat, terimakasih atas jasa kalian ๐Ÿ™.

Singkat cerita gw baru ngerti metode belajar yang benar pas SMP. Gw mulai peduli dengan nilai gw, PR gw , dll.

*yang mana sebelumnya gw selalu ngerjain PR di sekolah.

Akhirnya pas itu gw bisa dapat ranking di kelas. Semua gw lakukan karena gw tertarik dan penasaran dengan ilmu yang gw dapet di sekolah..bukan karena mengejar nilai semata.

….

Waktu SMA gw diterima di sekolah unggulan di Jakarta. Disini usai sudah masa masa gw dikucilkan dan dibully. Gw punya banyak temen disini. Sistem di sekolah ini lebih adil, untuk jadi pengurus OSIS, ga dipilih dari anak anak yang populer aja. Tapi juga ada seleksinya. Akhirnya gw pun jadi anggota pengurus. Mulai sibuk ini itu, dan sebagainya.

Gw juga lumayan berprestasi lah.. bisa ada di enam besar di kelas. Gw masih ingat moment moment kejayaan pas nilai gw sertus sendiri pada saat yang lain nilainya sekitar enam puluhan. Juga masa kejayaan pas dapet 20 besar di NF (Nurul Fikri) se Jakarta.

Walaupun ada juga moment moment pas nilai akademik gw anjlok total ๐Ÿ˜….

Waktu kuliah ..singkat cerita gw memilih untuk sekolah di UGM. Yang mana keputusan itu baru ada pas gw bener bener keterima. Gw bahkan ga berpikir untuk kuliah disana sebelum sebelumnya. Waktu itu target gw cuma UI. Tapi bahkan gw ikut tes UI aja engga.. mungkin ini yang namanya takdir terjadi di detik detik terakhir.

Saat itu gw jelas ga ada masalah pertemanan.. gw dapet temen yang jauh lebih banyak dari pas gw sekolah dulu. Dan kalau yang dulu gw cuma sebates anggota pengurus, pas kuliah gw jadi Kepala Departement di salah satu departmentnya Himpunan Mahasiswa jurusan gw. Gw juga jadi ketua KKN di kelompok gw. Gw juga pernah menang di beberapa lomba yang gw ikutin. Menangnya sih sebagai group dan ga selalu jadi yang pertama, tapi at least bisa jadi juara.

Kalau dirunut dari awal, bersyukur banget hidup terus menerus improved. Dari yang tadinya bukan apa apa menjadi sesuatu yang diakui.

Sekarang pun gw kerja di perusahaan yang lumayan besar. Penghasilannya lumayan.. ga pernah kekurangan suatu apapun.

Gw pernah iseng nengok kabar orang orang yang dulu jadi pelaku Bully. Ada kisahnya yang tadinya hobi bully anak anak yang dianggap culun, sekarang hidupnya berantakan. Ga kuliah karena di DO, jadi masa depannya ga jelas.

Ada juga yang tadinya cantik jadi primadona kelas.. terus sekarang gedenya biasa aja. Ada juga yang tetep cantik tapi berakhir gendong bayi di luar pernikahan.

Ada yang tadinya sering diledekin secara fisik pas gede jadi cantik banget sampe jadi model.

Ada yang sering dianggap cupu di sekolah eh sekarang udah tinggal di luar negeri dan isterinya cantik parah.

Temen yang dulu pernah musuhin gw pas SD sekarang jadi sahabat dekat gw.

Temen SMP yang dulu gw taksir dan ikutan musuhin gw, tau tau muncul jadi bintang sinetron sebagai peran sampingan di film cinta fitri. Udah sekali itu doang gw liat dia main sinetron.. itu aja gw kaget banget pas ga sengaja nonton tau tau muka dia yang muncul ๐Ÿ˜….

Orang yang ga mau foto sama gw pas SMP? Sekarang malah jadi hantu sosmed yang kerjanya galau dan curhat tentang cewenya. Ada kalanya gw ngeliat feed fb gw penuh sama curhatannya dia

Pada akhirnya sistem yang dibangun oleh lingkungan sekitar kita dulu itu hanyalah kenangan. Bisa jadi akan ada karma buat kita ke depannya. Atau bisa jadi hadiah untuk kehidupan kita.

Kitapun berhenti mengkotak kotakan orang.. group populer dan group kuper ketika dewasa. Karena pas sudah umur sekarang ga ada lagi yang namanya populer populeran. Semua ada di dimensi kesuksesannya masing masing.

Dan itu adalah hal yang terjadi sama gw selama dua puluh tahun ke belakang. Serangkaian hal yang membuat gw menjadi gw yang sekarang. Apa yang akan terjadi dengan dua puluh tahun kita ke depan, tentu tergantung dengan apa yang kita lakukan hari ini ๐Ÿ˜Š.

Movie Review: The Greatest Showman

Dari kemarin gw review film mulu yah. Ketauan banget gw kerjaannya cuma nonton haha..

Dari awal trailer ini release, gw udah pingin banget nonton filmnya. Kenapa? Tentu saja karena ada the aktor kesayangan jadi pemeran utamanya HUGH JACKMAN.

Bukan cuma karena dia yang main, tapi karena dia melakukan sesuatu yang berbeda disini: Singing and Dancing.

maxresdefault.jpg

Setelah kemarin menyaksikan abang Luke Evan main di Beauty and the beast, I never expect other handsome, amazing, unpredictabelly talented actor like Hugh Jackman akan menjadi pemeran utama di film musikal. Kabarnya sebelum dia jadi wolverin, dia udah sering manggung untuk talent-nya yang ini.  Kebayang ga sih gimana excited nya gw nonton ini??

Setelah menunggu beberapa hari film ini muncul di bioskop, akhirnya gw nonton juga filmnya.. daaan review gw untuk film ini adalah:

AH.. MA.. ZING!!!

Film ini bener bener kereeen banget. Ini jelas film musikal terbagus yang pernah gw tonton.

Setelah sebelumnya yang terkenal ada La La Land dan Beauty and The Beast.

La La Land menurut gw boring banget. Gw bahlan ketiduran setelah 45 menit nonton. Mungkin emang lagu tipe ngantuk ngantuk gitu juga bukan genre gw kali ya..

The Beauty and The Beast.. ini aja udah bikin gw seneng banget setelah nonton karena musikalisasinya menarik dan bagus..

Dulu gw pernah nonton pertunjukan Lion King di Disney Land Hongkong, itu serius bagus banget. Apalagi gw nontonnya live. Dan believe me or not, gw sampe mau nangis saking bagusnya.

Nah hal yang sama berulang ketika gw nonton The Greatest Showman. Oh my God oh my God.. gw pingin nangis saking bagusnyaaa.  Dan ini gw nonton ga live. Cukup di layar lebar aja. Bayangin kalau gw nonton pertunjukannya langsung, mungkin gw bakal nangis kejer sambil tepuk tangan haha.

Jadi film ini menceritakan tentang seorang pria (Hugh Jackman) yang tadinya miskin banget terus akhirnya membangun sirkus sendiri dengan nama P.T. Barnum (Mohon dimengerti itu bukan perseroan terbatas). Sirkus itu dia bangun dari nol sampai akhirnya jadi kaya raya.

Yang menarik dari sirkusnya adalah, dia mengambil orang orang unik yang tadinya dianggap ‘aneh’ oleh masyarakat. Macem macem orangnya, ada manusia kerdil, manusia  tinggi, manusia super besar, perempuan berjanggut, dll..

Konfliknya adalah karena Hugh Jackman ini setelah kaya jadi lupa diri dan selalu pingin lebih dan lebih..  Dia jadi lebai beliin rumah besar untuk anak isterinya dan menghire artis untuk show kelilinf dunia, which is sirkusnya sendiri diabaikan. Sampai pada akhirnya bisnis sirkusnya ini hancur.

Gw  suka musikalisasi dari film ini karena genrenya adalah lagu lagu semangat.. dancenya juga kompak dan pokoknya bagus banget deh. Liat aja trailernya..

Kalau gw harus memilih, ada empat lagu yang menurut gw paling bagus di film ini:

4. THIS IS ME

1280x720-6Av.jpg

“I am not scared to be seen, I make no apologies, this is me”
Dinyanyikan waktu anak anak sirkus mau masuk ke dalam pesta selepas orkestra. Semua mata tertuju pada keanehan penampilan mereka.. pesan yang disampaikan dari lagu ini adalah, This is me, just because I am strange for you, I am not scared to be seen..and I dont need your approval.. like that.

3. THE OTHER SIDE

the-greatest-showman-hi-res-efron-jackman.jpg

“Don’t you wanna get away from the same old part you gotta play, cause I got what you need. So come with me and take a ride.”
Dinyanyikan oleh Hugh Jackman dan Zac Efron pada saat di bar. Ceritanya Hugh  lagi membujuk Zac buat ikut jadi bagian dari sirkusnya.

2. REWRITE THE STARS

the-greatest-showman-film-04-hr.jpg

“What if we rewrite the stars, say you were made to be mine..”
“No one can rewrite the stars, how you can you say you’ll be mine?”

Yang kedua adalah pas Zac Efron dan Zendaya duet bareng. Bukan cuma lagu dan liriknya yang bagus.. ini karena pas lagi nyanyi adegannya mereka berakrobat dengan tali tali sirkus. This scene was real!! Kabarnya ga pake stuntman sama sekali.

Oh iya itu gambarnya bukan pas adegan nyanyi lagu ini. Tapi itu sama sama momentnya Zac Efron sama Zendaya. Gw suka aja adegan yang itu.

By the way, kalau yang tau Zendaya, dia ini pemeran M.J di film Spiderman Homecoming.  Pas kemarin nonton gw agak kecewa sih ko yang meranin M.J. kayak gitu..  Kebanting aja sama Kristen Duns,  apalagi sama Emma Stone.  Tapi ternyataa dia keren banget disini. I am totally be her fan now.

1. THE GREATEST SHOW

the-greatest-showman-DF-07720_rgb.jpg

“Its everything you ever want, its everything you ever need. And its right here in front of you. This is where you wanna be”
Dan yang paling paling gw suka tentunya adalah lagu utama dari film ini. Dinyanyikan pada saat perform di panggung.  Semua pemain tampil disini.. despite the fact mereka menggunakan gajah dan kuda untuk sirkus, tanpa itu pun gw tetep suka. Karena lagu ini amazing.

Setelah nonton ini pun gw berasa pingin banget nonton lagi di bioskop. Karena gw tau kalau nonton ga di bioskop, pasti feelnya beda. Dari mulai layarnya, sound systemnya .. dll..

Dengan film musikal makin banyak yang beredar.. karena lagi ngetrend. Kayaknya bakal akan bermunculan lagi film film musikal yang lain. Semoga semuanya bisa sebagus ini deh ๐Ÿ˜Š.

Movie Review: Ayat Ayat Cinta 2

Akhirnya gw berkesempatan nulis review film Ayat Ayat cinta 2.

DMt7gWxU8AAFwR-.jpg

Hari ini gw berangkat nonton bareng dua temen kantor gw. Gw dibuat terheran heran sama jadwal film di salah satu mall. Ini kan film religi ya, masa iya sih jadwal filmnya ada yang mulai jam 17.55.. which means udah pasti magrib kelewat. Adzan aja jam enam lewat dan ini film durasinya 120 menit.

Hal kayak gini mengingatkanย  dengan perasaan heran gw terhadapย  sinetron islami jaman dulu yang diputer di bulan Ramadhan. Dan diputernya jam 19.00 doong. Itu kan jam taraweh di masjid. Jangan kira ini serial tv lepas yang ga bersambung dan ditonton kalo mood doang.. namanya juga sinetron, satu episode ke episode lainnya pasti nyambung. Jadi ga mungkin pakai alasan market sharenya buat perempuan lagi ‘dapet’. Kecuali kalo dapetnya mau sebulan full.

Akhirnya dengan niat ga mau kelewat jam solat, kita pun pindah bioskop.. jadilah kita nonton jam 19.00.

Gw selalu mengingatkan di setiap review ya: SPOILER ALERT.

Jadi basically cerita AAC 2 ini adalah sambungan dari AAC 1 (iyalah) , nah ceritanya si Aisha ini jadi relawan di palestine untuk menghibur dirinya yang ga bisa punya anak. Tapi Fahri tetap tinggal di Scotland dan berprofesi sebagai Professor di Univ. Edinburgh. Bukan cuma itu, si Fahri ini sekarang udah tajir banget. bisnisnya ada dimana mana dan tinggal di rumah mewah.

Sayangnya Aisha hilang dan ga ketahuan dimana keberadaanya.

Di tengah kehidupan Fahri menjadi profesor, dia ketemu dengan sodara sepupu Aisha, Hulya (Tatjana Saphira).

Inti dari ceritanya sih bagaimana Fahri mengajarkan kita hidup beragama. Jadi tetangga tetangga dia ada yang katolik, ada yang jewish.. ada yang awalnya benci dan musuhin Fahri tapi lama lama jadi baik karena ditolong terus menerus sama Fahri.

Dan disamping itu juga tentunya kita harus menyaksikan kisah cinta Fahri yang katanya sudah disaksikan oleh dua juta orang rakyat Indonesia.ย  Ini kisah cinta segitiga Antara Hulya, Fahri, dan masa lalunya (Aisha).

Gw ga akan bahas dari segi pesan religi, moral, bla bla bla.. karena itu bukan bagian gw ๐Ÿ˜…. Gw akan coba bahas dari sudut pandangย  filmnya sendiri.

๐Ÿ”ฅYang menarik untuk dibahas adalah …

1.ย  Harusnya film ini ga perlu dikasih judul Ayat Ayat Cinta 2 .. judulnya cukup “FAHRI”, aja udah. Gimana engga? Film ini bener bener fokus banget ke tokoh Fahri yang berperangai bak manusia sempurna. Gw percaya sih ada orang kayak Fahri. Mungkin jumlahnya satu banding sejuta. Hanya saja gw merasa kondisi si Fahri yang diagung agungkan banyak perempuan agak sedikit berlebihan.. dari mulai mahasiswanya, karyawan minimart, pengacara, sampai ke beberapa tetangga Fahri.ย  Saking digandrunginnya sama banyak cwek dan, ga ada yang jelek pula, temen sebelah gw yang lakik ini sampe nyeletuk , “pingin jadi profesor gw”ย  ..

Pada akhirnya Fahri nikahin Hulya. Nah yang menurut gw paling lebai adalah kisahnya Keira (Chelsea Islan) yang dibiayain sekolah biola sama Fahri anonymously. Pas tau selama ini yang biayain adalah orang yang sangat dia benci, dia langsung terharu dan minta Fahri nikahin dia! Mintanya di depan Hulya! Dalem hati gw, kebetulan aja yg biayain orang nya oke, si fahri.. jadi kesimpulannya si Keira udah disekolahin, minta dinikahin pula. Itu sih ngelunjak bukan ngucapin terimakasih ๐Ÿ˜…. Untung Fahri masih sehat dan menolak Keira secara halus.

2. Meskipun orang orang berkomentar Fahri seperti Malaikat, tapi sebenernya orang orang itu salah. Yang berjiwa malaikat itu bukan Fahri, tapi Aisha. Gw spoilerin sekalian ya, jadi sebenernya Aisha itu ga hilang.. dia balik lagi ke kehidupan Fahri sebagai ART dengan berganti nama jadi Sabina. Tapi kondisinya muka Aisha udah hancur sebelah dan bagian kewanitaannya sengaja dirusak biar ga diperkosa sama tentara zionis. Karena menurut dia sekarang dia bukan lagi wanita seutuhnya, akhirnya dia terpaksa berbohong sama Fahri dan menyamar sebagai Sabina.ย  Nah dimana sisi malaikatnya? Karena ini orang udah rela banget dipoligami dua kali. Yang dulu sama Maria, dan sekarang sama Hulya. Ga cuma itu, udah nikah juga si Aisha masih mau tinggal SERUMAHย  dong sebagai ART! Gw aja ngeliat orang yang gw suka jalan sama orang lain dari kejauhan rasanya pingin garuk garuk tanah, lahh ini tinggal serumah banget.

Kalau Fahri itu ada satu banding sejuta, nah si Aisha ini gw rasa satu banding seratus juta ๐Ÿค”. Karena bisa dipastikan ga ada cewek yang mau banting setir dari isteri jadi ART,ย  ngelayanin mantan lakinya dan isteri barunya.ย  What a tragic story for a women. Kalo gw mah udah minta resign buru buru.

So in this case, gw merasa Aisha ga pas untuk menjadi tokoh panutan kaum hawa. No one have to torture themselves like that, right?

3. Gw sebenernya keganggu sama penggunaan bahasa di film ini. Jadi bahasanya campur aduk antara Indonesia dan bahasa Inggris. Maksud gw, ini kan ceritanya bukan orang Indonesia semua ya, banyak orang dari mancanegara. Tapi dialognya banyak yang pakai bahasa Indonesia. Semoga aja besok besok kalau ada film baru settingan di luar negeri,ย  bahasanya full pakai bahasa yang sesuai sama karakternya, biar filmnya jadi serius.

4. Termasuk dengan pemilihan tokoh. Kalau gw nonton film barat itu mereka concern banget sama muka pemainnya. Jadi kalau satu keluarga ya dibikin emang beneran mirip. Atau tokoh kecilnya dibikin mirip dengan tokoh setelah dia dewasa. Contohnya serial TV Once Upon A Time.. Snow white kecil dan Snow white dewasa mukanya mirip banget.

img1515110546811.jpg

Atau yang lebih akrab, Harry sama James Potter juga mirip.

img1515110731244.jpg

Atau GoT, kakak beradik Daenarys sama Visaerys juga minimal dibikin mirip tampilannya.

img1515110946177.jpg

Sementara AAC 2 ini banyak keanehan.. misalnya Pandji Pragiwaksono dibilang asal Turki tapi mukanya Indonesia banget. Nah atau wajahnya Chelsea Islan yang ada unsur asianya, tapi adek sama orang tuanya bule tulen. Sama si Barruch bekas tentara Israel malah yang dipilih orang Melayu banget.. lucu aja tau tau dia ngomong “Apa mau kau?”ย  dengan logat kebatak-batakan ๐Ÿ˜..ย  batak sama melayu kan ada miripnya.

Gw harap sih besok film Indo bisa memperhatikan unsur ini lah ya.. sama, biar keliatan serius.

๐Ÿ‘ป Lalu titik fatal dari film ini adalah..

1. Seharusnya wajah Aisha dibuat lebih rusak lagi. Masalahnya wajah yang rusak cuma sebelah. Kalau dilihat dari sisi yang satunya, mukanya sempurna. Jadi masa ya Fahri ga ngenalin muka istetinya sendiri pas madep samping. Belum lagi suranya.. masa iya lo ga ngenalin suara isteri sendiri. Harusnya dibuat Aisha minum cairan apa gitu ya yang merusak pita suara sampai bikin suaranya juga jadi beda.

2. Cowok udah pasti suka sama film ini karena cewek ceweknya cantik semua. Cuma gw sebel karena entah film ini mau jual kecantikan perangai tokoh utama atau gimana.. setelah Hulya nikah sama Fahri, dia diminta pakai krudung. Tapi pakainya ngasal banget. Dengan kondisi Fahri yang tingkat agamanya segitu, masa dia ga ngasih tau, “Sayang, itu bukan jilbab, itu kamu makenya kayak caleg pas lagi kampanye”.ย  ย Please lah. Karena ini juga filmnya jadi terkesan ga serius. Apa susahnya Hulya dibikin hijrah minimal pake jilbab yang nutupin rambut.

3. Proses transplantasi muka Hulya ke Aisha becanda banget sih menurut gw ๐Ÿ™. Gw sebenernya salut ya sama artis yang bikin copyan muka nya Tatjana Saphira untuk properti film ini.ย  Tapi balik lagi ke filmnya, mana ada sih transplantasi wajah bisa sesempurna itu? Kan ada faktor tulang yang mempengaruhi.. Tulang mereka ga sama.ย  sementara ini di filmnya kayak yang asal tempel aja. Dan setelah gw searching, proses itu tuh bikin syaraf muka ga berfungsi dengan baik.. sudah ngomong, susah makan dll..

Daan heii.ย  Di akhir film, ga hanya muka Aisha yang berubah, tinggi badannya juga. Tau tau menjulang setinggi Hulya. Duh di shootnya pas lagi duduk kek biar perubahan badan dari Dewi Sandra ke Tatjana Saphira nyaย  ga keliatan total.

Terlepas dari itu semua,

โค Sisi positif dari film ini adalah…

1. Gw suka sih sama adegan pas Aisha nangis keluar pas Fahri nikah sama Hulya. Walaupun ini pernah kejadian di AAC 1, tapi yang ini sebenernya dibikin lebih sedih.

2. Gw juga suka adegan pas Fahri ngobrol sama Misbah soal niat. Selama ini Fahri melalukan banyak kebaikan karena Aisha.. biar Aisha berkah.. biar Aisha dilindungi, biat Aisha ini itu. Terus Misbah nasihatin Fahri untuk jangan menipu Allah. Jadi menurut dia dengan kondisi Fahri sedemikian baiknya sama orang itu aja masih salah kalau niatnya bukan karena Allah. Adegan ini jadi kayak meredamkan kerisihan penonton dengan sosok Fahri yang terlihat Malaikat banget.

3. Meskipun endingnya bisa dibilang basi. Karena melibatkan dua perempuan ..dan yang satu sekarat. Kayakย  AAC 1, dan Surga yang Dirindukan, seengganya ceritanya udah lumayan unik lah,ย  karena di tengah tengah ada twist nya (Sabina adalah Aisha).

Oke deh demikian review dari gw..ย  ngantuk euy, mana dari tadi banyak typonya (maklum modal HP buat ngeblog)

Buat yang belum nonton, gw saranin cari kursi yang agak enakan deh ya.. karena film ini terhitung lama buat genre drama.

See you in next review (kalau masih sudi baca hha)

Movie Review: Si Juki The Movie

Mengakhiri tahun 2017 ini, gw yang dapet libur lima hari sebenernya bingung mau kemana.

Tetiba ponakan ngajak nonton film Si Juki The Movie karena tertarik ngeliat iklannya di TV. Awalnya gw berpikir aduh si Juki ini kayaknya ga bakalan pas sama selera gw. Dulu gw pernah liat trailer nya di bioskop dan gw sama sekali ga tertarik. Tapi daripada gw berjamur di rumah ga jelas ngapain, gw pun akhirnya ngikut nonton.

Finally, gw jalan ber empat sama kakak gw, kakak ipar gw, dan satu ponakan gw yang paling gede, si Al.

Pas kesana loketnya belum buka dan ada banyak orang ngantri di depannya. Kayaknya mau nonton AAC 2 deh ini, batin gw.  Karena emang film yang lagi ngehits sekarang kan itu. Berhubung kita males nunggu depan pintu, akhirnya kita tinggal makan dulu deh ke bawah.

Selesai makan pas kita ke atas lagi, ternyataa.. full banget dong yang nonton Si Juki. Itu kita duduknya aja kebagian baris H.

Gw langsung nanya sama kakak ipar gw, “emang filmnya bagus apa?”

Kaka ipar gw cuma ketawa, “ga tau. Rame banget ya”.

Bahkan pas kita masuk ada aja orang yang yang duduk di barisan paling depan. Segitunya lah sampe rela relain.. padahal gw pernah ngerasain duduk di depan banget itu pilihannya antara sakit leher atau sakit mata.

Setelah solat, beli cemilan, dll.. kita pun masuk ke studio.

Film dibuka dengan cerita Juki pas masih kecil. Kelakuannya cukup unik karena demi ngambil layangan nyangkut aja dia sampai manjat di atas tiang antena . Jadi ceritanya emang si Juki ini adalah karakter yang unik. Dan dia terkenal, punya penggemar banyak. Si Juki juga punya acara talk show sendiri di film ini.. dan di awal film ceritanya dia dapet award artis terfavorit.

Di luar dugaan, baru juga berapa menit filmnya udah bikin kita berempat cekikian. Ternyata film nya konyol banget ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

posterfilmjuki.jpg

Ada beberapa tokoh penting selain si Juki itu sendiri.
1. Erin (Bunga Citra Lestari)
Seorang perempuan yang kerja di Badan Antariksa. Dia yang pertama kali mendeksi adanya asteroid yang mau nabrak bumi

2. Ganjar Ginanjar (Pandji Pragiwaksono)

Cerita si Juki ga lepas dari tokoh politikus dan si Ganjar ini adalah karakter politikus.. ketua partai *** (lupa) yang punya mental penjilat dan pencari kekuasaan.

3. Coro (Bima Sakti)

Coro (dalam entah bahasa apa) artinya kan kecoak. Yup! Karena  dia emang benar adalah kecoak ajaib yang tinggal di rumah Si Juki. Dan banyak bantuin si Juki kalau Juki ketimpa masalah.

4. Congki (Ade Babe Cabita)

Salah tamu temennya si Juki, kalau ini bentuknya pocong. Ga ada serem seremnya sama sekali. Malah dia yang ngejerit pas ngeliat coro terbang.

5. Presiden (Butet Kertaradjasa)

Tokoh presiden yang ada di film ini. Kayaknya sih perangainya dibikin agak sedikit mirip sama Jokowi. Tapi dikemas dalam bentuk lucu lucuan.

6. Profesor Juned (Indro Warkop)

Profesor Juned adalah tetangganya Juki yang bisa menciptakan alat alat ajaib. Yang mana nanti alat alat ajaibnya itu yang menyelamatkan Indonesia.  *macem doraemon.

7. Babe (Jaja Miharja)

Yaudalah ya kebayang banget kan babe nya Si Juki macem apa kalo pengisi suaranya Jaja Miharja. Di film ini emang banyakan pake logat betawi. Tapi out of expectation karena bisa nyatu ko sama filmnya.

8. Faza Meonk (Faza Meonk)

Faza Meonk si pembuat kartun Si Juki ini pun muncul sebagai dirinya sendiri. Ceritanya di sana dia jadi semacam managernya si Juki gitu.

Overal cerita di film ini adalah tentang Meteor yang mau nyerang Indonesia. Iya, he eh, Indonesia aja. Bahkan ga Malaysia, Singapura, atau Papua. Bayangin itu Indonesia bentuknya berkelak kelok gitu, meteornya cuma mau nyerang Indonesia doang. Jadi yang kocar kacir juga pemerintahan Indonesia doang. Sampai konyolnya tu rakyat pada kabur ke Malaysia lewat perbatasan. Asal udah lewat perbatasan pokoknya aman ๐Ÿ˜….

Nah long story short,  si Juki punya misi buat ledakin meteornya sebelum jatuh ke bumi, dibikin mirip kayak Armagedon gitu deh.

Review gw terhadap film ini adalah.

1. Animasinya udah bagus. Wait, ini bukan bagusnya pixar, atau dreamworks lho ya. Lebai banget kalo ada yang bandingin sama itu ๐Ÿ‘Š. Yang jelas untuk ukuran film kartun Indonesia sih ini udah bisa dibilang bagus. Tapi juga jangan bayangin kartun macem upin ipin ya.. Apalagi si unyil. Trust me, this is better.

2. Jalan ceritanya fresh. Meskipun udah ada beberapa film yang main plotnya similar kayak ini. Tapi ini jelas lebih bagus dari kebanyakan film Indonesia yang ngalor ngidur ga fokus.

3. Jokes nya Indonesia banget. Gw suka. Bukan jokes yang tipenya insulting. Tapi lebih ke konyol konyolan ๐Ÿ˜‚.

4. Filmnya Indonesia banget. Udah pasti sulit dibikin go International.. Haha lebayy memang. Atau yaa paling engga tetep aja sulit biar cuma ditonton sama bule tetangga juga. Kecuali kalo tetangga kita yang bule itu udah sekian belas tahun tinggal di Indo.

Gw sih terhibur ya sama film ini ๐Ÿ˜..

Si Al juga seneng banget sampe berdiri berdiri dari kursinya.

Walaupun mungkin ga semua orang bisa paham. Gw sempet iseng kan liatin ekspresi sekitar gw, baris sebelah gw ibu ibu muda banyakan mainan hape. Baris belakang gw ekspresinya juga datar.. anehnya meraka ga ketawa.. tapi juga ga tidur dan ga mainan hp ๐Ÿค”. Kayak yang nikmatin jalan ceritanya tapi salah ekspresi, tegang banget ๐Ÿ˜….

Gw jadi kebayang jangan jangan mereka kalo nonton Downfall nya Hitler malah ketawa ngakak lagi.

hqdefault-1.jpg

Yang mana gw aja tiap abis nonton film Hitler, hidup jadi berasa suram banget ๐Ÿ˜.

Back to Juki

Kemarin gw bahagia karena film horor Indonesia udah ga becanda lagi. Sekarang pun gw senang dengan film kartun di Indonesia bisa berkembang.

Ini aja garapnya sampe dua tahun dan melibatkan banyak banget animator. Semoga semangatnya terus berlanjut ya!..
Go go go perfilman Indonesia!

My New Passion: Cooking

Jadi sekarang ini gw punya passion baru: Masak!

Dulu pas gw kecil, nyokap gw parnoan buat menyerahkan gw urusan dapur. Bukan dapur sih, lebih tepatnya kompor. Gw ga diizinin yang namanya nyalain kompor sendiri.  Apalagi kompor gw mesti dinyalain manual pake korek (sampai sekarang). Takut kalo kompornya meledak.

Tapi kakak kakak gw yang laki dizinin buat make kompor. Mungkin kalau kakak gw yang bikin meledak gapapa, kalau gw jangan ๐Ÿ˜…. Haha Alhamdulillah insiden itu ga pernah terjadi.  Tapi gara gara itu jadilah kakak gw lebih jago masak daripada gw. Bahkan kalau gw mau bikin mie.. gw mesti nebeng kakak gw dulu yang lagi masak. Itu juga kudu pake rayuan rayuan maut.. terus ditambah imbalan suruh ini itu. Kalo ga gitu, gw ga bakalan bisa makan mie -_-

Nah waktu  itu juga di rumah seringnya pake katering, jadi jarang ada acara masak masak. Gw hampir ga pernah bantu di dapur. Dan itu semua berlanjut sampai gw dewasa.

Pas SMP atau SMA gitu gw lupa, gw mulai bisa nyalain kompor sendiri.. dan dapat approve begitu saja. Itu kondisinya juga gw memberanikan diri pake korek dan nyalain sendiri..  setelah gw bisa.. tetep aja yang gw masak cuma mie pake telur.

Di Trip Observasi SMA ( semacem ospek campur KKN), schedule dimana gw masak adalah disaster. Temen sekelompok gw terancam ga makan. Pernah gw goreng tahu kuning dan ga mateng, gw hampir ngeracunin temen temen gw pake formalin. Alhamdulillah ada orang tua temen gw yang berkunjung dan menyelamatkan kehidupan rumah tiap gw masak.. jadinya beliau deh yang masak.

Pas gw kuliah, gw temenan deket sama anak Bali yang emang suka banget masak. Disitu gw lumayan dapet ilmu gimana caranya ngupas udang, bikin opor, dll. Karena jujur gw ngeliat makanan yang kompleks kayak opor, gulai, dll itu macem gw ngeliat TV atau komputer. Gw bertanya tanya gimana buatnya sampe bisa jadi kayak gitu.

Yah at least dengan ada temen gw itu, gw agak terbuka matanya untuk urusan dapur. Setelah itu karya gw ga hanya mie rebus, tapi juga gw bisa ngupas dan goreng udang ๐Ÿ˜„.

Sampailah di penghujung gw kuliah.. ada aktifitas KKN. Ga mungkin gw cuma duduk mantengin tv pas orang orang lagi pada bantuin ibunya masak. Alhasil gw bantu bantu lah di dapur..meskipun itu tandanya gw harus berkali kali diomelin karena masaknya ga bener. Tapi lumayaan banget, lagi lagi gw terbantu untuk mengetahui basic masak.

Bagi gw, cewek umur 25 itu harus punya fundamental skill: masak.  Sama hal nya kayak  menurut gw cowok harus bisa nyetir di umur 25.

Ini bermula setahun lalu. Gw jadi suka masak ini itu. Dan gw mulai rajin bawa bekel. Sekali nyoba ternyata ketagihan untuk bekel terus terusan. Selain porsinya pas. Gw juga bebas nentuin menu sendiri.

There are a lot of things I learned by autodidact. Salah satunya adalah masak. Meskipun gw dapet basicnya dari pas gw kuliah dulu, semua yang gw masak pas udah kerja adalah hal yang coba coba. Sometimes kreasi sendiri.

Jadi mohon maap kalau hasilnya kadang ga sesuai ekspektasi.. malah kadang gagal total.

Berikut adalah contoh yang pernah gw masak.

Ini masakan yang paling gampang. Karena dari dulu keahlian gw bikin ufang goreng tepung. Plus ditambah sosis digulung mie pakai italian herb andalan gw: Parsley.

Ini pakai bahan seadanya di kulkas. Lagi lagi udang. Rasanya mayan lah. Anyway ini salah satu karya suka suka gw. Gw bahkan ga tau namanya apa.

20161008_112102.jpg

Bihun tuna ini gw masak buat di rumah kalau minggu pagi. Gw lebih suka pake tuna flakes kalengan karena ga amis dan ga ada durinya.

20161017_045357.jpg

Taraa.. ini adalah nasi uduk komplit dengan my fav telur bebek. Ini gw bikin pagi pagi. Bayangin ribetnya gw sebelum berangkat kerja dari Jakarta ke Kerawang.

20161026_072438.jpg

Mie goreng pedas. Pake cabe lumayan banyak. Dan di atasnya ditaburin keju quick melt. Fyi gw ga suka keju quick melt karena rasanya aneh. Gw prefer pakai red cheddar meskipun dapetinnya mesti lewat olshop.

20170410_062935.jpg

Kerang balado. Bersihin kerangnya super duper ribet. Gw boleh ga rapih urusan rumah, tapi kalau urusan makanan gw anaknya bersih banget. Ga bisa sesuatu yang kotor dari mulai tempat makan sama bahannya itu sendiri. Si kerang ini gw bersihin satu satu supaya ga ada pasir dan kotorannya dia. Alhamdulillah terbayar dengan hasilnya yang enak.

20171103_061428.jpg

I love it soo muuch. Ayam lada hitam dan tahu sutra spicy. Bikinnya ga ribet cuma agak lama aja. Dan alat masaknya mesti banyak. Karena mesti goreng dan numis untuk dua menu.

20170731_130055.jpg

Cekeer. Bisa dibilang ini agak failed karena rasanya asin pisan. Untung orang rumah baik hati dan menerima apa adanya, tetep dimakan sampai habis.

20170420_064302.jpg

Chicken teriyakii. Alhamdulillah rasanya not bad.

20170329_043643.jpg

Gw juga bikin burger. Ini dagingnya juga gw olah sendiri. Penampakan dagingnya di bawah ini ya.

img1479774670503.jpg

Ini penampakan dagingnya. Sama seperi daging burger di atas. Ternyata bikinnya gampang dan rasanya enak.

20171225_173925.jpg

Dan masakan terakhir yang mau gw share adalah my all time favorite italian food: Lasagna. Seneng banget deh bisa bikin ini sendiri. Jadi ga perlu ke restaurant lagi. Kata orang orang yang nyobain juga ini enak.

Gw udah seneng banget sih kalau orang yang gw masakan bilang enak. Kayaknya rela deh gw kerjaannya tiap hari cuma masak doang, dengan pendapatan sama kayak gw sekarang.

Meskipun gw masih belajar.. karena pastinya banyaaak banget yang gw ga tau. Gw seneng dan akan terus belajar dan belajar.

Teringat masanya dulu gw suka dibully karena ga bisa masak. Bahkan gw ga bisa bedain mangga sama alpukat sampe jadi bahan cengan sepanjang jalan. Haha.

Ternyata masak itu seruu..